ASAMMANIS.NEWS – Langgur – Konflik yang melibatkan pemuda Watdek dan Ohoijang di Kabupaten Maluku Tenggara memasuki babak baru. Setelah ketegangan berlangsung sekitar tiga hari, upaya perdamaian mulai dibuka melalui mediasi yang difasilitasi DPD KNPI Maluku Tenggara bersama Polres Maluku Tenggara.
Mediasi tersebut melibatkan Kasat Binmas Polres Maluku Tenggara yang mewakili Kapolres, Ketua Pemuda Langgur, perwakilan pemuda Watdek, Sekretaris Ohoi Ohoijang, Ketua Pemuda Ohoijang, serta sejumlah perwakilan pemuda dari kedua pihak.
Langkah ini menjadi ruang penting untuk menghentikan eskalasi, membuka kembali komunikasi dan mengembalikan hubungan antarpemuda yang sempat terganggu.
Ketua DPD KNPI Maluku Tenggara, Kace E. Ubro, menegaskan bahwa konflik tidak boleh dibiarkan berkembang menjadi persoalan yang lebih besar, Jumat (23/10/26).
Menurutnya, pemuda harus berada di garis depan dalam menjaga persaudaraan, bukan menjadi sumber perpecahan.
“Sebagai pemuda, kita harus tetap solid dan hidup damai. Jangan sampai perbedaan dan persoalan yang terjadi justru memecah persaudaraan di antara kita. Kita harus saling mendukung, menjaga kebersamaan, dan membangun solidaritas antarpemuda,” tegas Kace.
Ia menilai, setiap persoalan di tengah masyarakat harus diselesaikan melalui komunikasi, dialog dan pendekatan kekeluargaan. Sebab, konflik yang berkepanjangan hanya akan membawa kerugian bagi masyarakat dan mengganggu keamanan lingkungan.
Kace juga menyampaikan apresiasi kepada Polres Maluku Tenggara, khususnya Kasat Binmas, Ketua Pemuda Langgur, serta seluruh perwakilan pemuda Watdek dan Ohoijang yang bersedia duduk bersama mencari jalan keluar.
Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak menunjukkan bahwa perdamaian bukan hanya tanggung jawab aparat keamanan, tetapi merupakan tanggung jawab bersama.
“Kita tidak bisa membangun Maluku Tenggara apabila terus terjebak dalam pertikaian. Sudah saatnya kita bergandengan tangan, memperkuat persaudaraan dan memberikan contoh yang baik bagi generasi berikutnya,” lanjutnya.
Bagi KNPI, peristiwa ini harus menjadi momentum evaluasi bersama. Perbedaan tidak boleh berubah menjadi permusuhan, sementara persoalan antarpemuda harus diselesaikan dengan kepala dingin dan mengutamakan kepentingan masyarakat luas.
Kace mengajak seluruh pemuda Watdek dan Ohoijang untuk menahan diri, tidak mudah terprovokasi serta menjaga keamanan di lingkungan masing-masing.
Ia berharap proses mediasi tersebut tidak berhenti pada pertemuan, tetapi menjadi awal dari perdamaian yang benar-benar terbangun dan dapat dipertahankan dalam jangka panjang.
“KNPI bukan papan nama saja. KNPI adalah wadah untuk merangkul semua pemuda yang ada di Kabupaten Maluku Tenggara. Kalau ada persoalan, kita hadir untuk menjembatani, bukan memperlebar jarak,” tegasnya.
Menurutnya, kekuatan pemuda Maluku Tenggara bukan terletak pada kemampuan mempertahankan konflik, tetapi pada keberanian untuk menghentikannya dan kembali membangun persaudaraan.
Dari Watdek dan Ohoijang, pesan yang ingin ditegaskan KNPI sederhana: berbeda boleh, berselisih jangan sampai memutus persaudaraan. (AM.N-MS)



















