ASAMMANISNEWS,AMBON — Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Ambon resmi menghentikan Operasi SAR terhadap Arien Maspaitella (25) yang dilaporkan hilang terseret gelombang di sekitar perairan Desa Hutumuri dan Desa Rutong, Kota Ambon.
Penghentian operasi dilakukan setelah Tim SAR Gabungan melaksanakan pencarian selama tujuh hari, hingga Minggu, 23/08/2026, namun belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Pada hari ketujuh pencarian, Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Basarnas Ambon, Polairud Polda Maluku, Polsek Leitimur Selatan, Kodaeral IX, serta masyarakat Negeri Rutong kembali mengerahkan empat Search and Rescue Unit (SRU).
Pencarian dimulai sejak pukul 08.00 WIT dengan menyisir sejumlah lokasi yang dinilai berpotensi menjadi titik keberadaan korban.
Dantim Operasi SAR, Renhard Lopies, mengatakan pencarian dilakukan secara maksimal dengan melibatkan berbagai metode, mulai dari pencarian melalui udara, permukaan air, bawah air hingga penyisiran kawasan pesisir.
“Upaya pencarian korban yang dilaksanakan hingga sore hari melalui udara, permukaan air, bawah air dan pesisir pantai belum juga menemukan tanda-tanda keberadaan korban,” ujar Renhard.
Setelah pencarian hari ketujuh tidak membuahkan hasil, Basarnas Ambon kemudian melakukan koordinasi bersama pihak keluarga korban dan seluruh unsur SAR Gabungan.
Hasil koordinasi tersebut memutuskan Operasi SAR resmi dihentikan dan selanjutnya dilakukan pemantauan.
Renhard menjelaskan, penghentian operasi bukan berarti seluruh upaya pencarian ditutup secara permanen. Apabila di kemudian hari ditemukan tanda-tanda pasti terkait keberadaan korban, maka Operasi SAR dapat kembali dibuka.
“Setelah dilakukan koordinasi bersama keluarga dan seluruh Unsur SAR Gabungan, Ops SAR resmi dihentikan dan akan dilanjutkan dengan pemantauan. Apabila ke depan ditemukan tanda-tanda pasti keberadaan korban, maka Ops SAR akan dibuka kembali,” jelasnya.
Hilang Saat Menjaring Ikan
Arien Maspaitella sebelumnya dilaporkan hilang setelah bersama dua rekannya pergi melaut untuk menjaring ikan di sekitar pesisir perairan Desa Hutumuri, Kota Ambon, pada Senin (17/8/2026).
Ketiganya diketahui berangkat sekitar pukul 16.30 WIT. Namun, saat tengah melakukan aktivitas menjaring ikan sekitar pukul 19.00 WIT, mereka dihantam gelombang tinggi.
Dalam insiden tersebut, dua rekan korban berhasil menyelamatkan diri, sementara Arien Maspaitella dilaporkan terseret gelombang dan hingga kini belum ditemukan.
Masyarakat setempat sebelumnya telah melakukan pencarian secara mandiri. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil hingga akhirnya pencarian dilanjutkan melalui Operasi SAR Gabungan.
Libatkan Banyak Unsur dan Peralatan SAR
Selama tujuh hari operasi, pencarian melibatkan berbagai unsur potensi SAR, di antaranya Basarnas Ambon, Kodaeral IX, Polairud Polda Maluku, Polsek Leitimur Selatan, BPBD Kota Ambon dan masyarakat setempat.
Sejumlah sarana dan prasarana juga dikerahkan untuk mendukung proses pencarian, yakni truk personel, Rubber Boat Basarnas, Rubber Boat Polairud, Searider Kodaeral IX, peralatan selam hingga Drone Thermal.
Pencarian dilakukan dengan memperluas area penyisiran, baik di permukaan laut, bawah air maupun sepanjang pesisir yang dinilai berpotensi menjadi lokasi keberadaan korban.
Namun hingga pencarian terakhir pada Minggu sore, tanda-tanda keberadaan Arien belum ditemukan.
Basarnas Ambon menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh unsur SAR Gabungan, khususnya Polairud Polda Maluku, Kodaeral IX, serta masyarakat Negeri Rutong yang telah memberikan dukungan selama pelaksanaan operasi selama tujuh hari.
Dengan dihentikannya Operasi SAR, seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuannya masing-masing. Meski demikian, pemantauan tetap dilakukan dan operasi dapat kembali dibuka apabila ditemukan informasi atau tanda-tanda pasti mengenai keberadaan korban.
Adapun kondisi cuaca di lokasi pencarian pada hari terakhir dilaporkan berawan, dengan angin bertiup dari arah tenggara berkecepatan sekitar 35 knot dan tinggi gelombang mencapai 2,5 meter.


















