ASAMMANIS.NEWS – JAKARTA – Komisi IV DPR RI memastikan ketersediaan stok daging sapi nasional dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idulfitri. Kepastian tersebut disampaikan untuk meredam kekhawatiran publik terhadap potensi lonjakan harga dan kelangkaan pangan strategis.
Anggota Komisi IV DPR RI, Rokhmin Dahuri, mengatakan pihaknya terus melakukan koordinasi intensif dengan Kementerian Pertanian (Kementan) guna menjaga stabilitas pasokan dan harga daging di pasar.
“Memang sempat terjadi fluktuasi harga dalam beberapa bulan terakhir yang dipicu oleh peningkatan permintaan,” ujar Rokhmin di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (2/2/2026).
Rokhmin menjelaskan, salah satu faktor yang memengaruhi dinamika harga tersebut adalah pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang meningkatkan kebutuhan protein hewani secara signifikan.
“Tingginya permintaan protein hewani untuk mendukung program MBG sempat menimbulkan distorsi pasar, karena suplai belum sepenuhnya mampu mengimbangi lonjakan serapan,” katanya.
Ia mengakui, sekitar tiga bulan lalu terjadi gejolak harga daging sapi akibat lonjakan volume pembelian. Namun, menurutnya, pemerintah telah mengambil langkah-langkah korektif sehingga kondisi pasar kembali stabil.
“Sekitar sebulan terakhir harga sudah kembali terkendali. Pemerintah berhasil menormalkan suplai sehingga tidak terjadi kelangkaan,” ujarnya.
Selain aspek ketersediaan dan harga, DPR juga memberikan perhatian serius terhadap aspek keamanan pangan. Kementan diminta memperketat pengawasan terhadap daging yang beredar di pasar agar memenuhi standar kesehatan dan layak konsumsi.
Rokhmin turut mengingatkan potensi ancaman penyakit ternak, termasuk risiko masuknya virus Hendra, yang dapat berdampak pada kesehatan masyarakat dan industri peternakan nasional.
“Pemerintah bersama pelaku usaha dan peternak harus terus bersiaga dan meningkatkan sistem kewaspadaan,” tegasnya.
Sebagai langkah jangka panjang, Komisi IV DPR RI mendorong pemerintah membangun ekosistem pengelolaan serta pengawasan distribusi protein hewani yang lebih terintegrasi. Upaya tersebut dinilai penting tidak hanya untuk menjaga stabilitas harga musiman, tetapi juga untuk mewujudkan kedaulatan dan swasembada pangan nasional.
“Kami ingin memastikan setiap produk pangan yang dikonsumsi masyarakat aman dan memberikan kontribusi positif bagi kesehatan bangsa,” pungkas Rokhmin. AM.N-YR




















