ASAMMANIS.NEWS – MASOHI – Ikatan Maningkamu Kabauw (IMK) Masohi resmi dibentuk dan dikukuhkan pada Sabtu, 31 Januari 2026, bertempat di Gedung Ikhlas Beramal Kementerian Agama Kabupaten Maluku Tengah. Kehadiran IMK Masohi diharapkan menjadi wadah pemersatu masyarakat Negeri Kabauw-Samasuru yang berada di perantauan, khususnya di Kota Masohi.
Tokoh pemuda Kabauw-Samasuru, Abubakar Karepesina, S.E., yang akrab disapa Bung Andar, menyampaikan bahwa pembentukan IMK Masohi bukan sekadar organisasi seremonial, melainkan wadah silaturahmi, solidaritas, dan penguatan persaudaraan Maningkamu atau Ukhuwa Islamiah dalam bingkai Hatuhaha.
“IMK Masohi hadir untuk menjawab tantangan zaman yang terus berkembang. Organisasi ini dibentuk sebagai ruang pemersatu warga Kabauw-Samasuru, sekaligus mempererat kembali harmoni persaudaraan Maningkamu Hatuhaha yang telah diwariskan oleh para leluhur,” ujar Bung Andar.
Ia menegaskan, dalam beberapa waktu terakhir, konflik komunal yang terjadi antar negeri di Jazirah Uli Hatuhaha telah mencederai nilai-nilai luhur persaudaraan yang telah terjalin ratusan tahun. Konflik tersebut, kata dia, hanya meninggalkan luka sosial dan warisan buruk bagi generasi muda.
“Padahal, titah dan pesan para datuk leluhur menegaskan bahwa ikatan Maningkamu adalah fondasi utama kehidupan bersama. Kabauw itu satu tubuh, jika satu bagian sakit, maka seluruh tubuh ikut merasakan,” ungkapnya.
Menurut Bung Andar, IMK Masohi lahir dari kerinduan mendalam akan hangatnya persaudaraan dan kesadaran moral untuk menjaga perdamaian. Ke depan, IMK Masohi diharapkan berperan sebagai agen perdamaian, agen perubahan, serta garda terdepan dalam memperkuat kesejahteraan warga Kabauw-Samasuru di perantauan.
Selain itu, IMK Masohi juga menaruh perhatian besar pada pengembangan generasi muda. Organisasi ini menjadi ruang bagi anak-anak muda Kabauw untuk mengasah potensi, belajar berorganisasi, serta menjauhkan diri dari perilaku negatif yang dapat memecah persatuan.
IMK Masohi juga mengajak generasi muda Kabauw-Samasuru di wilayah lain, seperti Ambon, kabupaten-kabupaten di Maluku, hingga Jakarta, untuk segera membentuk IMK di daerah masing-masing. Langkah ini dinilai penting agar identitas dan semangat persaudaraan Kabauw-Samasuru dapat dikenal luas oleh para pemangku kepentingan di setiap wilayah.
“Harapannya, IMK di berbagai daerah dapat menstimulus terbentuknya Pengurus Besar Ikatan Maningkamu Kabauw-Samasuru (PB-IMK) tingkat Provinsi Maluku,” pungkasnya. AM.N-SBR


















