ASAMMANIS.NEWS – JAKARTA — Kedutaan Besar Rusia di Indonesia menyampaikan teguran keras terhadap harian Kompas terkait pemberitaan mengenai diskon harga minyak untuk Indonesia yang dinilai tidak akurat dan keluar dari konteks. Pernyataan tersebut disampaikan melalui akun X resmi Kedubes Rusia di Indonesia.
Kedubes Rusia menyoroti artikel Kompas berjudul “Tak Ada Diskon Minyak untuk Indonesia, Dubes Rusia Sebut Harga Bisa Jadi Lebih Tinggi”. Menurut mereka, baik judul maupun isi berita tersebut tidak mencerminkan pernyataan resmi yang sebenarnya.
“Judul serta isi artikel diambil di luar konteks dan tidak dapat dianggap sebagai pernyataan resmi Kedutaan Besar Rusia di Indonesia,” demikian disampaikan dalam unggahan akun X tersebut.
Selain itu, Kedubes Rusia juga menilai struktur penulisan dan kutipan dalam artikel telah dipelintir dan tidak sesuai dengan kondisi yang sebenarnya.
Dalam klarifikasinya, Kedubes Rusia menegaskan bahwa Rusia merupakan pemasok energi fosil yang bertanggung jawab dan berkelanjutan, serta siap bekerja sama dengan Indonesia sebagai negara sahabat. Namun, terkait harga minyak, keputusan akan ditentukan melalui mekanisme bisnis antara entitas perusahaan kedua negara, dengan mempertimbangkan kondisi pasar global.
Pemerintah kedua negara, lanjutnya, berperan dalam memfasilitasi proses tersebut guna menciptakan dialog yang konstruktif serta memastikan pasokan minyak yang efisien dan kompetitif.
Dalam konteks hubungan bilateral, Kedubes Rusia juga menyinggung kunjungan Presiden RI, Prabowo Subianto, ke Moskow pada 13 April 2026 yang disebut membuka peluang baru bagi penguatan kerja sama di sektor minyak dan gas.
Pertemuan antara menteri energi kedua negara pada 14 April 2026 turut mempertegas komitmen untuk memperluas kemitraan strategis di bidang energi. Saat ini, kedua pihak masih membahas format kerja sama yang lebih rinci melalui mekanisme bisnis yang berlaku. AM.N-SBR


















