ASAMMANIS.NEWS – Buru Selatan, Maluku – Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Buru Selatan, Asriadi Tomia, menyoroti sejumlah persoalan strategis daerah dalam sambutannya pada Musyawarah Daerah (Musda) ke-V Partai Golkar Kabupaten Buru Selatan, Rabu (2026).
Dalam forum tersebut, Asriadi menegaskan bahwa Partai Golkar tidak hanya hadir sebagai kekuatan politik, tetapi juga sebagai bagian dari solusi atas berbagai tantangan pembangunan daerah.
“Partai Golkar harus mampu menghadirkan gagasan-gagasan konstruktif yang berpihak pada kepentingan rakyat, bangsa, dan negara,” ujar Asriadi.
Salah satu isu utama yang disoroti adalah kebijakan anggaran pemerintah, yang dinilai perlu dikawal secara serius. Menurutnya, kebijakan fiskal memang penting untuk menjaga stabilitas keuangan daerah dan negara, namun tidak boleh mengurangi kualitas pelayanan publik kepada masyarakat.
Selain itu, persoalan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) juga menjadi perhatian serius. Asriadi mengungkapkan bahwa keterbatasan kuota BBM telah berdampak luas terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya nelayan dan petani.
“Kami mendorong pemerintah pusat dan pihak terkait untuk menambah kuota BBM di Buru Selatan, mengingat ada wilayah yang sangat bergantung pada transportasi laut seperti Kecamatan Kepala Madan, Leksula, dan Ambalau,” jelasnya.
Ia menambahkan, kondisi tersebut menyebabkan distribusi hasil pertanian dan aktivitas ekonomi masyarakat menjadi terhambat, sehingga membutuhkan perhatian serius dari pemerintah.
Di sektor infrastruktur, Asriadi juga menyoroti masih terbatasnya akses jalan dan konektivitas antarwilayah. Ia menyebutkan bahwa masih ada kecamatan yang belum terhubung secara optimal, terutama wilayah Ambalau.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan menjadi fondasi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan di daerah.
“Golkar mendorong peningkatan anggaran pembangunan infrastruktur, termasuk jalan dan jembatan penghubung antarwilayah,” tegasnya.
Selain itu, Golkar juga mendukung pengembangan sektor ekonomi lokal, salah satunya melalui rencana pembangunan pabrik minyak kelapa yang diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan ketahanan ekonomi masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Asriadi juga menekankan pentingnya penguatan kualitas demokrasi dan kelembagaan partai. Ia mengajak seluruh kader Golkar untuk terus membangun sistem organisasi yang akuntabel serta melahirkan kader-kader yang berintegritas dan berpihak pada rakyat.
Menutup sambutannya, ia mengajak seluruh peserta Musda untuk menjaga semangat kebersamaan dan mengedepankan musyawarah mufakat dalam setiap pengambilan keputusan.
“Siapapun yang terpilih, itulah keputusan terbaik untuk kemajuan Partai Golkar dan masyarakat Buru Selatan,” pungkasnya. AM.N-SBR



















