ASAMMANIS.NEWS – PIRU, SBB – DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) mendesak Pemerintah Kabupaten SBB bergerak cepat menangani kondisi masyarakat Patahue yang terdampak konflik Lisabata–Patahue.
Desakan itu disampaikan Ketua DPD KNPI SBB, Fahrul Kaisuku setelah melakukan komunikasi dan koordinasi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten SBB pada Sabtu (12/9/2026).
KNPI meminta Pemkab SBB segera menyiapkan tempat perlindungan sementara bagi masyarakat terdampak. Opsi yang didorong antara lain penyediaan tenda-tenda pengungsian atau tempat aman lainnya yang dapat digunakan warga selama situasi belum sepenuhnya kondusif.
KNPI menilai kebutuhan masyarakat tidak hanya sebatas tempat berlindung. Bantuan makanan, air bersih, selimut, perlengkapan tidur, obat-obatan serta kebutuhan dasar lainnya juga harus segera dipastikan.
Dorongan tersebut mendapat respons positif dari Pemerintah Kabupaten SBB.
Pemkab SBB terkonfirmasi akan segera memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak konflik Lisabata–Patahue.
Respons tersebut disampaikan langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten SBB, Alvin Tuasun, sebagai perpanjangan tangan dari Bupati Seram Bagian Barat, Sabtu (12/9/2026).
Konflik Lisabata–Patahue sendiri terjadi pada Jumat (11/9/2026). Kondisi tersebut membuat perhatian terhadap keselamatan dan kebutuhan masyarakat terdampak menjadi hal yang mendesak.
KNPI SBB menegaskan, dalam situasi seperti ini pemerintah harus hadir secara nyata. Keselamatan warga, khususnya kelompok rentan, harus menjadi prioritas utama.
Selain mendorong percepatan bantuan, KNPI SBB juga mengajak seluruh pihak untuk menahan diri dan tidak memperkeruh keadaan, serta memberikan ruang kepada aparat keamanan dan pemerintah untuk menangani persoalan tersebut secara cepat dan terukur.
“Yang paling utama saat ini adalah memastikan masyarakat aman, terlindungi dan kebutuhan dasarnya terpenuhi,” tegas Kaisuku.
KNPI SBB berharap langkah cepat Pemkab SBB ini dapat segera dirasakan masyarakat Patahue dan menjadi bagian dari upaya meredakan situasi serta mencegah konflik meluas. (AM-MS)
















