JAYAPURA, ASAMMANIS.NEWS – Rustam Husaid resmi terpilih sebagai Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Papua Madani Jayapura (UPMJ) periode 2026 – 2028 Ia mendapat mandat mahasiswa melalui proses pemilihan yang digelar di lingkungan UPMJ, Jumat (11/9/2026).
Terpilihnya Rustam menjadi momentum baru bagi organisasi kemahasiswaan UPMJ untuk memperkuat peran mahasiswa, tidak hanya dalam kehidupan akademik dan internal kampus, tetapi juga dalam menjawab berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat Papua.
Pemilihan tersebut dihadiri Kepala Inovasi dan Kerja Sama UPMJ Robert Marien, S.Pd., M.Pd., yang mewakili Rektor UPMJ. Hadir pula Dr. Yamin, M.Pd., Wakil Rektor II bidang pengawasan, keuangan, sumber daya manusia dan kemahasiswaan; Hj. Usnul, Kepala Biro Keuangan UPMJ; Robert Mayem, M.Pd., Kepala Lembaga Kerja Sama UPMJ; Suyati Sukmani, M.Pd., Kepala Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat; Dr. Bau Anting, M.Pd., Dekan FKIP dan Informatika, serta mahasiswa UPMJ.
Kampus Dorong BEM Aktif di Masyarakat
Mewakili pimpinan universitas, Robert Marien menegaskan bahwa pemilihan BEM bukan sekadar pergantian kepemimpinan organisasi mahasiswa. Menurutnya, momentum tersebut harus menjadi awal penguatan peran mahasiswa sebagai bagian dari solusi terhadap berbagai persoalan masyarakat.
“Pada hari ini, 11 September 2026, bertempat di Universitas Papua Madani Jayapura telah dilangsungkan rapat resmi antara pimpinan UPMJ bersama mahasiswa dalam rangka memilih Badan Eksekutif Mahasiswa untuk periode ke depan,” ujar Robert.
Ia mengatakan mahasiswa telah menjalankan proses demokrasi organisasi dengan memilih kepengurusan yang nantinya bertanggung jawab menjalankan berbagai agenda kemahasiswaan.
“Mahasiswa secara demokratis telah bersepakat dan memilih pengurusnya sendiri. Mereka siap melaksanakan tugas-tugas kemahasiswaan, terutama yang berkaitan dengan peningkatan mutu pendidikan secara internal, sekaligus meningkatkan kualitas layanan pengabdian kepada masyarakat,” katanya.
Robert mendorong BEM UPMJ agar tidak berhenti pada kegiatan seremonial dan internal kampus. Ia ingin organisasi mahasiswa tersebut mampu melahirkan program inovatif yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Sejumlah persoalan yang dinilai dapat menjadi ruang pengabdian mahasiswa antara lain kesehatan, stunting, pemberantasan buta aksara serta pengembangan kewirausahaan.
“Melalui Badan Eksekutif Mahasiswa ini, mahasiswa akan mengembangkan program inovasi yang menjawab kebutuhan masyarakat di lapangan, baik di bidang kesehatan terkait stunting, pemberantasan buta aksara di Papua, maupun kegiatan kewirausahaan yang sifatnya merupakan pengabdian mahasiswa kepada masyarakat,” jelasnya.
Selain pengabdian, UPMJ juga membuka ruang kolaborasi antara BEM dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah, BUMN, BUMD, perusahaan dan korporasi melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).
“BEM siap menjadi mitra untuk memperkenalkan kondisi masyarakat di Papua kepada perusahaan-perusahaan atau korporasi yang ingin mengabdi maupun memberikan kontribusi kepada masyarakat,” kata Robert.
Ia berharap kekuatan mahasiswa dapat dipadukan dengan sumber daya pemerintah, dunia usaha dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
“Badan Eksekutif Mahasiswa siap menjadi mitra untuk melayani masyarakat dengan kekuatan-kekuatan yang ada di semua pihak, sehingga bersama-sama kita dapat memberikan kontribusi terbaik bagi rakyat,” ujarnya.

Lima Kandidat Bertarung
Pemilihan Ketua BEM UPMJ diikuti lima kandidat yang diusulkan dari masing-masing program studi atau jurusan di lingkungan UPMJ. Masing-masing bidang mengajukan satu calon untuk dipilih mahasiswa.
Dari proses pemilihan tersebut, tiga kandidat dengan perolehan suara terbanyak kemudian dipercaya menempati posisi Ketua, Sekretaris dan Bendahara BEM UPMJ.
Hasilnya, Rustam Husaid terpilih sebagai Ketua BEM UPMJ periode 2026, sementara Yotenius dipercaya sebagai Sekretaris dan Silvi Krei sebagai Bendahara.
Ketiganya selanjutnya akan menyusun struktur kepengurusan BEM UPMJ sekaligus merancang program kerja organisasi untuk periode mendatang.

Rustam: Amanah Ini Bukan Kebanggaan Pribadi
Usai terpilih, Rustam Husaid menyampaikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa yang telah memberikan kepercayaan kepadanya.
Ia menegaskan bahwa jabatan Ketua BEM bukanlah sekadar posisi organisasi, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan melalui kerja nyata.
“Pertama-tama, saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh mahasiswa yang telah memberikan kepercayaan kepada saya. Amanah ini bukanlah sebuah kebanggaan pribadi, tetapi sebuah tanggung jawab yang harus kami jalankan bersama,” ujar Rustam.
Rustam berkomitmen menjadikan BEM UPMJ sebagai ruang bersama bagi seluruh mahasiswa. Ia menilai organisasi mahasiswa tidak boleh terjebak pada kepentingan kelompok, tetapi harus mampu membangun komunikasi dan kolaborasi lintas mahasiswa.
“BEM UPMJ harus menjadi rumah bersama bagi seluruh mahasiswa. Kita akan membangun komunikasi, kebersamaan dan kolaborasi tanpa membedakan latar belakang. Apa yang kita lakukan harus memberikan manfaat, baik bagi mahasiswa, kampus maupun masyarakat,” katanya.
Menurut Rustam, mahasiswa harus mengambil peran lebih besar dalam merespons berbagai persoalan sosial di Papua. Karena itu, agenda pengabdian masyarakat akan menjadi salah satu perhatian dalam kepengurusan BEM yang dipimpinnya.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya menjadi penonton terhadap persoalan yang terjadi di tengah masyarakat. Kita harus hadir, belajar dari masyarakat dan memberikan kontribusi sesuai dengan kemampuan yang kita miliki,” tegasnya.
Ia menyebut bidang kesehatan, pendidikan, pemberantasan buta aksara, stunting dan kewirausahaan sebagai sejumlah sektor yang dapat dikembangkan melalui program pengabdian mahasiswa.
Buka Kolaborasi dengan Semua Pihak
Untuk merealisasikan agenda tersebut, Rustam menyatakan BEM UPMJ siap membuka kerja sama dengan berbagai pihak.
Pemerintah, BUMN, BUMD, dunia usaha, organisasi kepemudaan hingga lembaga sosial dinilai dapat menjadi mitra strategis dalam memperluas dampak program mahasiswa.
“Kami siap membangun kemitraan dengan semua pihak yang memiliki semangat yang sama untuk memberikan manfaat bagi masyarakat. Kolaborasi menjadi kunci, karena BEM tidak mungkin berjalan sendiri,” jelasnya.
Rustam juga mengajak seluruh mahasiswa UPMJ untuk mengakhiri sekat-sekat kelompok setelah proses pemilihan selesai.
“Ke depan tidak ada lagi istilah kelompok ini atau kelompok itu. Setelah proses pemilihan selesai, kita semua adalah satu keluarga besar mahasiswa UPMJ. Mari kita bekerja bersama, menjaga persatuan dan menjadikan BEM sebagai organisasi yang benar-benar hadir untuk mahasiswa dan masyarakat,” pungkasnya.
Rustam berharap kepengurusan BEM UPMJ periode 2026 mampu meninggalkan jejak melalui program yang nyata, inovatif dan berkelanjutan.
“Ini bukan tentang siapa yang terpilih, tetapi tentang apa yang bisa kita kerjakan bersama. Mari kita buktikan bahwa mahasiswa UPMJ mampu menjadi bagian dari solusi bagi kampus dan masyarakat Papua,” tutup Rustam. (AM.AAD)

















