ASAMMANIS.NEWS – Ambon – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon memastikan tetap menyalurkan hewan kurban kepada masyarakat menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, meskipun kondisi perekonomian daerah tengah menghadapi tekanan akibat kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat.
Hari Raya Idul Adha 1447 H sendiri telah ditetapkan pemerintah dan PP Muhammadiyah jatuh pada 27 Mei 2026 dan diperingati umat Muslim di seluruh Indonesia sebagai momentum pengorbanan, kepedulian, dan solidaritas sosial terhadap sesama.
Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena menegaskan, penyaluran hewan kurban merupakan agenda rutin tahunan Pemkot Ambon sebagai bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Walaupun kondisi ekonomi saat ini cukup berat akibat efisiensi anggaran, Pemerintah Kota Ambon tetap berupaya menyalurkan hewan kurban kepada masyarakat melalui pengurus masjid,” ujar Wattimena kepada wartawan di depan Ruang Vlissingen Balai Kota Ambon, Selasa (19/5/2026).
Menurutnya, semangat Idul Adha tidak hanya dimaknai sebagai ritual keagamaan, tetapi juga momentum memperkuat solidaritas sosial dan kepedulian terhadap warga kurang mampu.
Karena itu, Pemkot Ambon tetap berkomitmen menjaga tradisi berbagi di tengah tantangan ekonomi yang sedang dihadapi masyarakat.
Wali Kota menjelaskan, teknis penyaluran hewan kurban sepenuhnya diatur oleh Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkot Ambon, termasuk jumlah penerima dan mekanisme distribusi ke masjid-masjid.
“Soal teknis pengaturannya ada di Bagian Kesra Pemerintah Kota Ambon. Untuk jumlah hewan kurban nanti bisa ditanyakan langsung ke Kesra,” jelasnya.
Ia menambahkan, penyerahan hewan kurban nantinya akan dilakukan secara simbolis oleh pemerintah kota kepada pengurus masjid sebelum didistribusikan kepada masyarakat yang berhak menerima.
Adapun hewan kurban yang akan disalurkan terdiri dari sapi dan kambing yang diperuntukkan bagi warga kurang mampu di sejumlah wilayah di Kota Ambon.
Wattimena berharap momentum Idul Adha tahun ini dapat memperkuat nilai kebersamaan, persaudaraan, dan semangat saling membantu di tengah situasi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil. (AM.N-MS)


















