MANGGARAI BARAT – PT PLN (Persero) terus memperkuat pemulihan infrastruktur pembangkit listrik pascagempa yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan keandalan sistem kelistrikan serta menjaga pasokan listrik bagi masyarakat di Pulau Flores dan wilayah sekitarnya.
Direktur Manajemen Pembangkitan PLN, Rizal Calvary Marimbo, turun langsung meninjau Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Rangko di Kabupaten Manggarai Barat, Kamis (20/8/2026). Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi sistem pembangkit sekaligus memastikan kesiapan pasokan listrik pascagempa.
Kurang dari 24 jam setelah gempa, sistem pembangkit utama di Pulau Flores berhasil dipulihkan dan kini kembali beroperasi secara normal. PLN juga terus melakukan pemulihan hingga wilayah-wilayah terpencil, termasuk Pulau Palue di Kabupaten Sikka dan Golo Lebo di Kabupaten Manggarai Timur.
Rizal mengatakan, secara keseluruhan kondisi pembangkit telah kembali pulih. Namun, PLN tetap melakukan asesmen terhadap seluruh aset pembangkitan sebagai bagian dari evaluasi dan penguatan infrastruktur ke depan.
“Secara keseluruhan pembangkit sudah kembali pulih semua. Kami memberikan arahan agar dilakukan asesmen terhadap seluruh aset pembangkitan sehingga kita bisa mengetahui ke depan perbaikan-perbaikan yang lebih bagus lagi,” ujar Rizal.
Menurut dia, asesmen tersebut penting untuk memastikan seluruh aset pembangkitan memiliki tingkat keandalan yang semakin baik dalam menghadapi potensi gangguan maupun bencana di masa mendatang.
Selain memastikan pemulihan sistem kelistrikan, PLN juga menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak gempa. Dalam kunjungan tersebut, PLN menyalurkan bantuan kepada warga terdampak di Desa Tanjung Boleng, Kabupaten Manggarai Barat.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya PLN untuk memastikan kehadiran perusahaan tidak hanya melalui pemulihan infrastruktur kelistrikan, tetapi juga melalui dukungan langsung kepada masyarakat yang terdampak bencana.
PLN menegaskan komitmennya untuk terus hadir bersama masyarakat NTT, sekaligus memperkuat keandalan sistem kelistrikan di wilayah tersebut agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan dengan baik setelah bencana. (AM.N-SBR)


















