ASAMMANIS.NEWS – MALUKU, SBB – PT ASDP Indonesia Ferry bersama perwakilan Bank Dunia dan Pemerintah Provinsi Maluku turun langsung menemui masyarakat di kawasan Waipirit, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat, untuk mendengar kebutuhan dan aspirasi warga terkait transportasi penyeberangan serta distribusi logistik antarpulau, Minggu, (09/08/26).
Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog antara masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk menggali secara langsung berbagai persoalan yang dihadapi warga, khususnya menyangkut kelancaran mobilitas masyarakat serta pengangkutan kebutuhan pokok dan barang dari maupun menuju Pulau Seram.
Dalam pertemuan itu, masyarakat menyampaikan harapan agar keberadaan layanan penyeberangan dapat terus memberikan manfaat nyata bagi kehidupan sehari-hari. Warga menilai konektivitas transportasi memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas ekonomi, mobilitas masyarakat, sekaligus memastikan ketersediaan kebutuhan pokok di wilayah kepulauan.
General Manager ASDP Cabang Ambon, Hafiluddin, mengatakan ASDP berkomitmen agar kehadiran layanan penyeberangan tidak hanya berorientasi pada pelayanan penumpang, tetapi juga memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
“Semoga dengan kehadiran ASDP bisa membantu dalam mengangkut kebutuhan masyarakat, sehingga aktivitas dan kebutuhan masyarakat dapat berjalan dengan lebih baik,” ujar Hafiluddin.
Menurutnya, posisi Maluku sebagai wilayah kepulauan membuat konektivitas antarpulau menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung aktivitas masyarakat. Karena itu, ASDP memiliki peran strategis dalam menghubungkan wilayah sekaligus mendukung distribusi barang dan kebutuhan masyarakat.
“ASDP tidak hanya berperan dalam pelayanan penumpang, tetapi juga memiliki peran penting dalam mendukung konektivitas antarpulau dan distribusi barang bagi masyarakat,” jelasnya.
Keterlibatan Bank Dunia dalam pertemuan tersebut juga menjadi bagian penting untuk melihat secara langsung kondisi dan kebutuhan masyarakat di lapangan. Berbagai aspirasi yang disampaikan warga diharapkan dapat menjadi bahan masukan dalam penguatan sistem transportasi dan konektivitas antarpulau di Maluku.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Maluku terus mendorong penguatan sinergi dengan ASDP dalam meningkatkan konektivitas transportasi laut, mobilitas masyarakat, distribusi logistik, hingga pengembangan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi di wilayah kepulauan.
Bagi masyarakat Waipirit, keberadaan transportasi penyeberangan bukan sekadar sarana mobilitas, tetapi menjadi bagian penting dari rantai kehidupan dan perekonomian masyarakat Pulau Seram.
Karena itu, warga berharap sinergi antara ASDP, Bank Dunia dan Pemerintah Provinsi Maluku tidak berhenti pada forum dialog, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui langkah-langkah konkret yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat, terutama dalam memperkuat transportasi penyeberangan dan distribusi logistik.
Konektivitas yang semakin kuat diharapkan mampu membuka akses yang lebih luas, memperlancar arus barang dan orang, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah kepulauan Maluku. (AM.N-MS)
















