ADVERTISEMENT
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
AsamManis.News
  • Home
  • Advertorial
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Politik
  • Video
  • Lainnya
    • TNI | POLRI
    • Hukum & Kriminal
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Olahraga
    • Opini
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Advertorial
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Politik
  • Video
  • Lainnya
    • TNI | POLRI
    • Hukum & Kriminal
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Olahraga
    • Opini
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Teknologi
No Result
View All Result
AsamManis.News
No Result
View All Result
  • Home
  • Advertorial
  • Nasional
  • Daerah
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Video
  • TNI | POLRI
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Opini
Home Daerah

Bonus Demografi Maluku Harus Dikapitalisasi

Marthen Supulatu by Marthen Supulatu
September 1, 2026
in Daerah
0
Bonus Demografi Maluku Harus Dikapitalisasi
0
SHARES
4
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

ASAMMANIS.NEWS – AMBON, MALUKU – Pemerintah Provinsi Maluku tidak ingin bonus demografi hanya menjadi angka dalam statistik kependudukan. Besarnya populasi usia produktif harus diubah menjadi kekuatan ekonomi dan sosial melalui pembangunan manusia, keluarga, pendidikan, kesehatan, keterampilan hingga penciptaan lapangan kerja.

Penegasan itu disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, Sadali Ie, saat menghadiri kegiatan Implementasi Pergerakan Kampung Keluarga Berkualitas dalam Mendukung Kapitalisasi Bonus Demografi melalui Skema Peta Jalan Pembangunan Kependudukan Provinsi Maluku Tahun 2026, di Aula Gedung BKKBN Maluku, Selasa (1/9/26).

Sadali mengatakan, Maluku sedang berada dalam momentum penting pembangunan kependudukan. Tingginya proporsi penduduk usia produktif merupakan modal besar pembangunan, tetapi hanya akan menjadi keuntungan apabila dikelola dengan kebijakan yang tepat.

Baca Juga . . .

Konflik Lisabata-Patahue, KNPI Desak Pemkab SBB Bergerak Cepat

Konflik Lisabata-Patahue, KNPI Desak Pemkab SBB Bergerak Cepat

September 12, 2026
Rustam Husaid Pimpin BEM UPMJ, Siap Dorong Pengabdian Mahasiswa untuk Masyarakat Papua

Rustam Husaid Pimpin BEM UPMJ, Siap Dorong Pengabdian Mahasiswa untuk Masyarakat Papua

September 11, 2026
Wagub Vanath: Haulussy Harus Terus Berbenah

Wagub Vanath: Haulussy Harus Terus Berbenah

September 10, 2026
Wagub Lepas Kafilah MTQ Maluku

Wagub Lepas Kafilah MTQ Maluku

September 10, 2026
ADVERTISEMENT

“Bonus demografi tidak serta-merta menjadi keuntungan. Bonus demografi harus dikapitalisasi melalui pembangunan manusia yang berkualitas, peningkatan kualitas keluarga, pendidikan, kesehatan, keterampilan, produktivitas, kesempatan kerja, perlindungan sosial, serta lingkungan yang mendukung tumbuh dan berkembangnya keluarga berkualitas,” kata Sadali.

Sebaliknya, ia mengingatkan, bonus demografi yang tidak dikelola dengan baik dapat berubah menjadi persoalan baru. Besarnya jumlah penduduk usia produktif berpotensi meningkatkan tekanan terhadap pemerintah jika tidak diimbangi dengan kesempatan kerja, peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pemerataan pembangunan.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Karena itu, Pemprov Maluku menempatkan Peta Jalan Pembangunan Kependudukan sebagai instrumen penting untuk memastikan kebijakan kependudukan berjalan terarah, terukur, terpadu dan berkelanjutan.

Sadali menegaskan, peta jalan tersebut tidak boleh berakhir sebagai dokumen administratif yang tersimpan di meja birokrasi. Dokumen itu harus menjadi rujukan nyata dalam menentukan prioritas pembangunan, sasaran intervensi, lokasi program hingga penggunaan sumber daya.

“Pembangunan kependudukan tidak boleh berhenti pada penyediaan data dan dokumen perencanaan. Data dan dokumen tersebut harus benar-benar menjadi dasar dalam menentukan prioritas pembangunan daerah,” tegasnya.

Dalam kerangka itu, lanjut Sadali,  keberadaan Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) dinilai memiliki posisi strategis. Kampung KB tidak lagi dipandang semata-mata sebagai wadah pelaksanaan program keluarga berencana, tetapi sebagai lokus pembangunan berbasis wilayah yang mengintegrasikan berbagai program untuk meningkatkan kualitas keluarga dan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, kebijakan kependudukan harus mampu diterjemahkan hingga ke tingkat desa, kelurahan dan keluarga. Pada saat yang sama, persoalan maupun praktik baik yang muncul dari Kampung KB perlu dikembalikan menjadi bahan evaluasi dan penyempurnaan kebijakan di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

“Kita perlu memastikan bahwa arah kebijakan yang telah dirumuskan dalam Peta Jalan Pembangunan Kependudukan dapat diterjemahkan sampai ke tingkat desa dan keluarga. Sebaliknya, berbagai persoalan dan praktik baik yang ditemukan di Kampung Keluarga Berkualitas harus menjadi masukan bagi penyempurnaan kebijakan pembangunan kependudukan di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota,” jelasnya.

Dengan pola tersebut, pembangunan kependudukan diharapkan membentuk satu siklus yang utuh, mulai dari penyediaan data, perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi hingga penyempurnaan kebijakan.

Sadali juga mengingatkan bahwa pembangunan kependudukan di Maluku memiliki tantangan yang berbeda dibandingkan daerah lain. Sebagai provinsi kepulauan, Maluku memiliki keragaman geografis, sosial, ekonomi dan demografis yang membutuhkan kebijakan berbasis kewilayahan.

“Kita tidak hanya berbicara mengenai berapa jumlah penduduk, tetapi juga di mana penduduk tinggal, bagaimana kualitasnya, bagaimana persebarannya, bagaimana struktur umurnya, bagaimana kondisi keluarganya, serta bagaimana memastikan setiap penduduk memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang dan berkontribusi dalam pembangunan,” ujarnya.

Karena itu, menurutnya, kebijakan kependudukan tidak dapat diterapkan dengan pendekatan yang sama untuk seluruh wilayah Maluku. Setiap kabupaten/kota memiliki karakteristik, potensi dan persoalan yang berbeda sehingga membutuhkan intervensi yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing.

“Pendekatan yang kita gunakan tidak boleh seragam. Tantangan kependudukan di wilayah-wilayah di Provinsi Maluku sangat beragam. Karena itu, intervensi dan kebijakan juga harus disesuaikan dengan karakteristik serta kebutuhan masing-masing wilayah,” katanya.

Ia meminta penguatan pemanfaatan data kependudukan sebagai dasar perencanaan pembangunan. Peta Jalan Pembangunan Kependudukan juga harus menjadi dokumen yang hidup, bukan sekadar formalitas perencanaan.

Selain itu, kolaborasi lintas sektor perlu diperkuat dengan menjadikan Kampung Keluarga Berkualitas sebagai lokus integrasi program sekaligus ruang bagi lahirnya inovasi pembangunan.

Dirinya juga menekankan pentingnya kesinambungan kebijakan dari pemerintah provinsi, kabupaten/kota hingga desa dan kelurahan.

Prioritas yang ditetapkan dalam Peta Jalan Pembangunan Kependudukan Provinsi Maluku harus diterjemahkan ke dalam perencanaan pembangunan kabupaten/kota dan diwujudkan melalui program konkret di tingkat desa, kelurahan serta Kampung Keluarga Berkualitas.

“Semua pihak harus bergerak dalam satu arah untuk mewujudkan masyarakat Maluku yang sehat, produktif, berdaya saing, sejahtera dan berkualitas,” ujarnya.

Menurutnya, agenda tersebut tidak mungkin dikerjakan pemerintah sendiri. Dibutuhkan keterlibatan dunia usaha, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, mitra pembangunan, media serta seluruh pemangku kepentingan.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada kesamaan pemahaman, tetapi menghasilkan komitmen bersama, pembagian peran yang jelas, integrasi program dan langkah tindak lanjut yang konkret di seluruh kabupaten/kota di Maluku.

“Keluarga yang berkualitas akan melahirkan sumber daya manusia yang berkualitas. Sumber daya manusia yang berkualitas akan meningkatkan produktivitas, dan produktivitas yang meningkat pada akhirnya akan memperkuat pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Deputi Bidang Pengendalian Penduduk Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku, pimpinan OPD terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Maluku, Kepala Bappeda, serta kepala OPD yang membidangi pengendalian penduduk di kabupaten/kota se-Provinsi Maluku. (AM.N-MS)

Tags: Bonus Demografi Maluku Harus DikapitalisasiImplementasi Pergerakan Kampung Keluarga Berkualitas dalam Mendukung Kapitalisasi Bonus Demografi melalui Skema Peta Jalan Pembangunan Kependudukan Provinsi Maluku Tahun 2026Sekda Sadali le
Previous Post

Kebakaran Dok V Bawah Sisakan Duka, Pemkot Jayapura Bergerak Tangani Warga Terdampak

Next Post

Wagub Vanath: Mahasiswa Harus Ciptakan Lapangan Kerja

Marthen Supulatu

Marthen Supulatu

Next Post
Wagub Vanath: Mahasiswa Harus Ciptakan Lapangan Kerja

Wagub Vanath: Mahasiswa Harus Ciptakan Lapangan Kerja

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected test

  • 24k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diduga Kapolda dan Pangdam Terlibat Tambang Gunung Botak, Helena: Atas Perintah Gubernur

Diduga Kapolda dan Pangdam Terlibat Tambang Gunung Botak, Helena: Atas Perintah Gubernur

Februari 11, 2026
Putusan PN Jakbar: Pemecatan Azis Mahulete Sah, Ridwan Rahman Segera Dilantik

Putusan PN Jakbar: Pemecatan Azis Mahulete Sah, Ridwan Rahman Segera Dilantik

Maret 16, 2026
Terkait Laporan Perselingkuhan Lutfi Helut Cemari Citra Wartawan di Maluku

Terkait Laporan Perselingkuhan Lutfi Helut Cemari Citra Wartawan di Maluku

September 5, 2025
Netralitas Polri Dipertanyakan, Hena Hetu Resmi Desak Polda Copot Kombes. Hujra Soumena

Netralitas Polri Dipertanyakan, Hena Hetu Resmi Desak Polda Copot Kombes. Hujra Soumena

November 25, 2025

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Shadow Tactics: Blades of the Shogun Review

0

macOS Sierra review: Mac users get a modest update this year

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0
Konflik Lisabata-Patahue, KNPI Desak Pemkab SBB Bergerak Cepat

Konflik Lisabata-Patahue, KNPI Desak Pemkab SBB Bergerak Cepat

September 12, 2026
Hadapi Risiko Bencana yang Makin Kompleks, Wamen ESDM Dorong Investasi Ketangguhan

Hadapi Risiko Bencana yang Makin Kompleks, Wamen ESDM Dorong Investasi Ketangguhan

September 11, 2026
Rustam Husaid Pimpin BEM UPMJ, Siap Dorong Pengabdian Mahasiswa untuk Masyarakat Papua

Rustam Husaid Pimpin BEM UPMJ, Siap Dorong Pengabdian Mahasiswa untuk Masyarakat Papua

September 11, 2026
Wagub Vanath: Haulussy Harus Terus Berbenah

Wagub Vanath: Haulussy Harus Terus Berbenah

September 10, 2026

Recent News

Konflik Lisabata-Patahue, KNPI Desak Pemkab SBB Bergerak Cepat

Konflik Lisabata-Patahue, KNPI Desak Pemkab SBB Bergerak Cepat

September 12, 2026
Hadapi Risiko Bencana yang Makin Kompleks, Wamen ESDM Dorong Investasi Ketangguhan

Hadapi Risiko Bencana yang Makin Kompleks, Wamen ESDM Dorong Investasi Ketangguhan

September 11, 2026
Rustam Husaid Pimpin BEM UPMJ, Siap Dorong Pengabdian Mahasiswa untuk Masyarakat Papua

Rustam Husaid Pimpin BEM UPMJ, Siap Dorong Pengabdian Mahasiswa untuk Masyarakat Papua

September 11, 2026
Wagub Vanath: Haulussy Harus Terus Berbenah

Wagub Vanath: Haulussy Harus Terus Berbenah

September 10, 2026
AsamManis.News

AsamManis.News adalah portal berita online yang menyajikan ragam informasi terkini dengan dua sisi rasa: tajam dan kritis seperti asam, ringan dan menghibur seperti manis. Dapatkan update berita nasional, regional, gaya hidup, opini, hingga hiburan setiap hari. Kami hadir untuk menyuguhkan berita dengan sudut pandang yang seimbang, segar, dan mudah dicerna.

Browse by Category

  • Advertorial
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hukum & Kriminal
  • INTERNASIONAL
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Parlemen
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Teknologi
  • TNI | POLRI
  • Video

Recent News

Konflik Lisabata-Patahue, KNPI Desak Pemkab SBB Bergerak Cepat

Konflik Lisabata-Patahue, KNPI Desak Pemkab SBB Bergerak Cepat

September 12, 2026
Hadapi Risiko Bencana yang Makin Kompleks, Wamen ESDM Dorong Investasi Ketangguhan

Hadapi Risiko Bencana yang Makin Kompleks, Wamen ESDM Dorong Investasi Ketangguhan

September 11, 2026
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

Hak Cipta asammanis.news © 2025 Web Development PT. MALUKU MANISE MULTIMEDIA

No Result
View All Result
  • Home
  • Advertorial
  • Nasional
  • Daerah
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Video
  • TNI | POLRI
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Opini

Hak Cipta asammanis.news © 2025 Web Development PT. MALUKU MANISE MULTIMEDIA