JAYAPURA, ASAMMANIS.NEWS — Wali Kota Jayapura Abisai Rollo bersama Wakil Wali Kota Jayapura Rustam Saru dan sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) meninjau langsung lokasi kebakaran di kawasan Dok V Bawah, Kelurahan Mandala, Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura, Selasa (1/9/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan setelah kebakaran hebat melanda pemukiman warga di kawasan kompleks Palopo atau Kampung Nelayan, Mandala Pantai Dok V Bawah, pada Senin (31/8/2026).

Dalam kunjungan itu, Abisai Rollo bersama jajaran melihat kondisi kawasan yang terdampak sekaligus menemui warga yang mengungsi setelah kehilangan tempat tinggal dan harta benda akibat kebakaran.
Abisai mengatakan Pemerintah Kota Jayapura prihatin terhadap musibah yang dialami masyarakat. Pemerintah, kata dia, segera mengambil langkah untuk memastikan kebutuhan dasar warga terdampak dapat terpenuhi.
“Kami sangat prihatin dengan musibah yang dialami masyarakat. Pemerintah Kota Jayapura akan segera memberikan bantuan kepada seluruh warga yang terdampak,” ujar Abisai Rollo.
Menurutnya, pemerintah masih melakukan pendataan terhadap jumlah warga dan keluarga yang terdampak. Pendataan tersebut diperlukan agar bantuan yang diberikan dapat tepat sasaran dan menjangkau seluruh korban.
Berdasarkan data sementara yang dihimpun dari berbagai pihak, kawasan terdampak merupakan permukiman padat di Kampung Nelayan Palopo. Sekitar 550 kepala keluarga (KK) berada di wilayah tersebut, dengan rincian sekitar 200 KK di RT 002 dan 350 KK di RT 007.
Namun, angka tersebut masih bersifat sementara karena proses pendataan di lapangan masih berlangsung. Pemerintah Kota Jayapura sebelumnya juga menyebut jumlah warga terdampak sementara mencapai 2.392 jiwa dan masih berpotensi berubah seiring proses pendataan data.

Kebakaran terjadi sekitar pukul 14.25 WIT, Senin (31/8/2026). Api dengan cepat merambat ke sejumlah bangunan di kawasan permukiman.
Kondisi lingkungan yang padat, jarak antarbangunan yang berdekatan, serta banyaknya bangunan semi permanen diduga menjadi faktor yang menyebabkan api cepat meluas dan menyulitkan proses pemadaman.
Informasi awal menyebut titik api diduga berasal dari salah satu bangunan kos. Namun, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Jayapura Kota.
Petugas kepolisian mengerahkan personel dan kendaraan Armoured Water Cannon (AWC) untuk membantu proses pemadaman. Penanganan dilakukan secara gabungan bersama unsur pemadam kebakaran dan instansi terkait.
Setelah api berhasil dikendalikan, petugas melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi kembali menyala.
Pascakebakaran, sejumlah warga terpaksa mengungsi di beberapa lokasi penampungan, yakni di SD YPPK Kristus Raja Dok V. dan sekitar lingkungan Stadion Mandala dok V.

Kondisi tersebut, membuat kebutuhan dasar menjadi persoalan utama bagi warga yang kehilangan tempat tinggal. berdasarkan pengakuan warga Bantuan yang dibutuhkan antara lain bahan makanan, kasur, tenda, pakaian, air bersih, perlengkapan bayi dan anak-anak, serta kebutuhan sanitasi.
Salah seorang warga terdampak, Ambotang, mengatakan banyak warga tidak sempat menyelamatkan barang-barang miliknya ketika api dengan cepat membesar.
“Warga membutuhkan bantuan sembako, kasur, tenda, pakaian, serta perlengkapan untuk bayi dan anak-anak. Banyak barang tidak sempat diselamatkan ketika api membesar,” kata Ambotang.
Selain kebutuhan makanan, penanganan pengungsi juga membutuhkan perhatian terhadap kelompok rentan, seperti bayi, anak-anak, lanjut usia, serta warga yang membutuhkan perhatian khusus.
Pemerintah Kota Jayapura memastikan proses pendataan terus dilakukan untuk mengetahui jumlah warga, tingkat kerusakan, serta kebutuhan masing-masing keluarga terdampak.
Wakil Wali Kota Jayapura Rustam Saru sebelumnya menyampaikan bahwa pemerintah menyiapkan lokasi pengungsian sementara di sekitar Lapangan Mandala, termasuk tenda dan perlengkapan kebutuhan dasar.
Pemerintah juga mengimbau warga terdampak untuk melapor melalui pengurus RT masing-masing agar seluruh korban dapat terdata.

Kebakaran di Dok V Bawah kembali memperlihatkan tingginya kerentanan kawasan permukiman padat terhadap bencana kebakaran.
Pemerintah Kota Jayapura sebelumnya telah mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di tengah kondisi cuaca yang panas dan kering. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jayapura juga mengimbau masyarakat menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran.
Bagi pemerintah daerah, penanganan korban tidak berhenti pada masa tanggap darurat. Persoalan tempat tinggal, keberlangsungan pendidikan anak-anak, dokumen kependudukan, hingga pemulihan mata pencaharian keluarga menjadi tantangan berikutnya.
Pada penanganan kebakaran Dok V sebelumnya, Pemerintah Kota Jayapura juga memberikan bantuan berupa perlengkapan rumah tangga, seragam sekolah bagi anak-anak korban, hingga bahan bangunan untuk membantu pemulihan rumah warga.
Karena itu, penanganan korban kebakaran Dok V Bawah diharapkan tidak berhenti pada bantuan darurat. Pendataan kerusakan, pemulihan tempat tinggal, keberlangsungan pendidikan anak, serta pemulihan ekonomi keluarga perlu menjadi bagian dari proses pemulihan jangka menengah dan panjang.

Sementara itu, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kebakaran. Pemerintah Kota Jayapura bersama unsur terkait juga terus melakukan pendataan dan penanganan terhadap warga yang kehilangan tempat tinggal.
Sehari setelah api padam, perjuangan warga Dok V Bawah terus berlanjut. Di tengah puing-puing kebakaran, warga harus berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus membangun kembali kehidupan yang layak. (AM.N-AAD)
















