ASAMMANIS.NEWS – AMBON, MALUKU – Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa mendorong generasi muda agar tidak berhenti pada kecerdasan akademik dan penguasaan teknologi, tetapi juga memiliki karakter, etika, serta kepedulian terhadap masyarakat.
Pesan itu disampaikan Lewerissa saat menghadiri puncak Dies Natalis ke-41 Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) di Kota Ambon, Selasa (1/9/26).
Menurut Lewerissa, perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) menghadirkan peluang sekaligus tantangan bagi generasi muda. Karena itu, kemampuan teknologi harus dibarengi tanggung jawab moral dalam penggunaannya.
“Pengetahuan dan teknologi harus digunakan secara bertanggung jawab, dengan tetap memegang nilai-nilai etika, kasih, dan kepedulian terhadap sesama,” ujarnya.
Ia menilai, perjalanan 41 tahun UKIM membuktikan kontribusi perguruan tinggi tersebut dalam mencerdaskan masyarakat dan menyiapkan sumber daya manusia Maluku. Namun, tantangan zaman menuntut kampus tidak hanya menghasilkan lulusan yang kompeten, tetapi juga berkarakter.
Hal tersebut, kata Lewerissa, sejalan dengan tema Dies Natalis ke-41 UKIM, “Melangkah Cerdas, Bertumbuh Berkelanjutan.” Pendidikan, menurutnya, tidak boleh berhenti pada pencapaian akademik, tetapi harus bermuara pada kemampuan menghadirkan solusi bagi masyarakat.
“Keberhasilan generasi muda tidak hanya diukur dari nilai akademik, gelar, atau kemampuan menguasai teknologi. Yang lebih penting adalah bagaimana ilmu itu digunakan untuk menyelesaikan persoalan dan memberi manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
Lewerissa juga menyoroti besarnya potensi Maluku yang dapat dikembangkan generasi muda, terutama di sektor kelautan dan perikanan, pertanian, serta pariwisata.
Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Maluku membutuhkan dukungan perguruan tinggi melalui riset, inovasi, gagasan, dan penyediaan sumber daya manusia yang mampu menjawab berbagai persoalan pembangunan.
UKIM, lanjutnya, diharapkan tetap menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun masyarakat, memperkuat nilai persaudaraan orang basudara, serta menyiapkan generasi muda yang mampu berkontribusi bagi Maluku dan Indonesia.
Ia berharap lulusan perguruan tinggi mampu mengubah pengetahuan dan keterampilan menjadi kekuatan untuk mendorong pembangunan daerah. (AM.N-MS)
















