ASAMMANIS.NEWS – AMBON, MALUKU – Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Sadali Ie menegaskan, Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) bukan sekadar tahapan administratif menuju pengangkatan sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), tetapi momentum membentuk aparatur yang profesional, adaptif, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Penegasan itu disampaikan Sadali saat menutup Latsar CPNS Golongan II dan III lingkup Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru, Kabupaten Buru Selatan, dan Kota Tual Tahun 2026 di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Maluku, Selasa (1/9/26).
Sebanyak 243 peserta dinyatakan lulus dan menyelesaikan seluruh tahapan pelatihan. Mereka terdiri atas 135 peserta dari Kabupaten Kepulauan Aru, 106 peserta dari Kabupaten Buru Selatan, dan dua peserta dari Kota Tual.
Sadali mengingatkan, status sebagai ASN membawa konsekuensi pengabdian kepada negara dan masyarakat. Karena itu, integritas, tanggung jawab, dan etika harus menjadi fondasi dalam menjalankan tugas.
“ASN adalah abdi negara dan abdi masyarakat. Kalau namanya abdi, berarti kita adalah pelayan. Karena itu, jadilah aparatur yang memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.
Menurut Sadali, tantangan birokrasi ke depan semakin kompleks. Perubahan teknologi dan meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap kualitas pelayanan menuntut ASN tidak berhenti belajar setelah menyelesaikan Latsar.
Ia menekankan, ASN harus mampu beradaptasi dengan transformasi digital dan mendorong inovasi di lingkungan pemerintahan.
“Pelayanan publik ke depan tidak bisa lagi dilakukan hanya dengan cara-cara manual. Digitalisasi pelayanan menjadi sebuah kebutuhan dan pengembangan inovasi juga menjadi suatu keharusan,” katanya.
Namun, Sadali mengingatkan bahwa inovasi harus dibangun di atas pemahaman yang kuat terhadap tugas dan regulasi. ASN tidak mungkin menghadirkan terobosan jika tidak memahami pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya.
“Bagaimana kita dapat melakukan inovasi kalau kita tidak memahami tugas kita? Karena itu, sebagai aparatur sipil negara, kita dituntut untuk terus belajar,” ujarnya.
Selain kompetensi, ia meminta para CPNS menjaga sikap dan integritas ketika nantinya resmi menjadi PNS. Perubahan status, kata dia, tidak boleh mengubah cara seorang aparatur memperlakukan masyarakat.
“Jangan karena status berubah dari CPNS menjadi PNS, kemudian sikap kita terhadap orang lain ikut berubah. Tetaplah rendah hati dan berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pesannya.
Sadali juga mendorong para CPNS berani membangun cita-cita dan karier birokrasi. Menurutnya, mereka merupakan bagian dari generasi yang akan melanjutkan estafet pemerintahan.
“Gantungkan cita-cita setinggi langit, tetapi tetap rendahkan hati. Kita boleh memiliki cita-cita yang tinggi, tetapi tetap harus rendah hati dan memberikan yang terbaik dalam setiap tugas,” ungkapnya.
Berbekal pengalaman sekitar 32 tahun sebagai ASN, Sadali menekankan bahwa perjalanan karier birokrasi membutuhkan kerja keras, kemauan belajar, dan kesungguhan menjalankan tanggung jawab.
Ia juga mengingatkan bahwa proses belajar tidak memiliki batas waktu.
“Tidak ada kata terlambat untuk belajar. Hidup harus terus kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya melalui berbagai peluang yang ada. Jangan menunggu peluang datang untuk kedua kalinya,” tuturnya.
Sadali berharap para alumni Latsar mampu menjadi generasi penerus birokrasi yang profesional, berintegritas, adaptif terhadap perubahan, serta mampu menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas.
“Saudara-saudara adalah bagian dari generasi penerus birokrasi. Karena itu, persiapkan diri sejak sekarang, terus belajar dan jadilah ASN yang mampu memberikan yang terbaik bagi masyarakat,” pungkasnya.
Kegiatan turut dihadiri Kepala BPSDM Provinsi Maluku, jajaran BPSDM Kabupaten Kepulauan Aru, Kabupaten Buru Selatan dan Kota Tual, pejabat administrator dan pengawas di lingkungan BPSDM Provinsi Maluku, serta para widyaiswara. (AM.N-MS)
















