ASAMMANIS.NEWS – AMBON – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon kembali menegaskan komitmennya dalam mempercepat penurunan angka stunting dengan menandatangani komitmen bersama Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres). Langkah strategis ini menjadi penanda semakin kuatnya sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam memastikan lahirnya generasi Ambon yang sehat, cerdas, dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.
Penandatanganan komitmen tersebut merupakan puncak rangkaian pemantauan Program Percepatan Penurunan Stunting yang dilaksanakan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Sekretariat Wakil Presiden di Kota Ambon pada 20–23 Juli 2026.
Kegiatan dipimpin Asisten Deputi Kesehatan, Gizi, dan Pembangunan Keluarga Sekretariat Wakil Presiden, Mariah Seliriana, bersama TPPS Setwapres. Selama empat hari, tim melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program, sekaligus berdialog langsung dengan pemerintah daerah dan masyarakat guna memastikan setiap intervensi penanganan stunting berjalan efektif dan tepat sasaran.
Pemantauan diawali dengan audiensi bersama Pemerintah Kota Ambon, kemudian dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke sejumlah kelurahan, puskesmas, posyandu, hingga kelompok sasaran program, mulai dari ibu hamil, ibu menyusui, hingga balita.
Puncak kegiatan berlangsung di Ruang Kerja Wali Kota Ambon, Rabu (22/7), saat Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, menandatangani komitmen bersama sebagai bentuk dukungan penuh terhadap program nasional percepatan penurunan stunting. Penandatanganan itu turut disaksikan Ketua Tim Penggerak PKK Kota Ambon sekaligus Ketua TPPS Kota Ambon, Lisa Wattimena, jajaran Pemerintah Kota Ambon, serta Tim TPPS Sekretariat Wakil Presiden.
Sebagai bentuk apresiasi atas keseriusan Pemerintah Kota Ambon dalam mendukung agenda nasional tersebut, Sekretariat Wakil Presiden menyerahkan sertifikat penghargaan dan cendera mata kepada Wali Kota Ambon.
Dalam sambutannya, Bodewin Wattimena menyampaikan terima kasih atas kepercayaan Sekretariat Wakil Presiden yang menjadikan Kota Ambon sebagai lokasi pemantauan program percepatan penurunan stunting.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada Sekretariat Wakil Presiden yang telah memilih Kota Ambon sebagai lokasi pemantauan. Kehadiran tim memberikan motivasi sekaligus masukan yang sangat berharga untuk terus memperkuat upaya penanganan stunting secara terintegrasi,” ujarnya.
Bodewin menegaskan, penurunan stunting merupakan tanggung jawab bersama yang tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah. Karena itu, kolaborasi seluruh pemangku kepentingan harus terus diperkuat agar setiap program mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Penanganan stunting membutuhkan sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader posyandu, dunia usaha, hingga masyarakat. Kami berkomitmen menghadirkan berbagai inovasi serta memastikan setiap intervensi tepat sasaran demi melahirkan generasi Ambon yang sehat, cerdas, dan berkualitas,” tegasnya.
Sementara itu, Tim Sekretariat Wakil Presiden merekomendasikan agar Pemerintah Kota Ambon terus memperluas cakupan intervensi melalui inovasi yang disesuaikan dengan karakteristik wilayah. Selain memperkuat kualitas pelaksanaan program, integrasi lintas sektor juga dinilai menjadi kunci agar seluruh layanan pencegahan dan penanganan stunting dapat menjangkau masyarakat secara maksimal, terutama di wilayah dengan prevalensi stunting yang masih tinggi.
Melalui pemantauan ini, Pemerintah Kota Ambon tidak hanya menunjukkan komitmen administratif, tetapi juga memperkuat langkah nyata dalam membangun sistem penanganan stunting yang lebih terintegrasi, berkelanjutan, dan berbasis kolaborasi. Sinergi yang semakin erat antara pemerintah pusat dan daerah diharapkan mampu mempercepat penurunan angka stunting sekaligus menjadi fondasi lahirnya generasi unggul yang siap mewujudkan Indonesia Emas 2045. (AM.N-MS)
















