Padang, asammanis.news, 4 Desember 2025 – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meninjau langsung dampak banjir bandang yang menerjang Kecamatan Pelembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Rabu (3/12). Melihat kerusakan parah pada infrastruktur, rumah warga, serta banyaknya korban jiwa, Bahlil menegaskan pentingnya penanganan cepat sekaligus evaluasi terhadap aktivitas pertambangan di wilayah tersebut.
Bahlil mengatakan, bila bencana ini terbukti dipicu oleh praktik pertambangan yang tidak sesuai ketentuan, pemerintah tidak akan ragu memberikan sanksi keras. Ia menegaskan bahwa aktivitas pertambangan harus berorientasi pada peningkatan ekonomi masyarakat, bukan justru menimbulkan bencana.
“Ini menyedihkan. Saya pastikan akan menindak tegas para penambang yang bekerja serampangan bila benar musibah ini terjadi akibat aktivitas pertambangan,” tegasnya.
Tidak menunggu waktu lama, Menteri ESDM langsung mengerahkan Tim ESDM Siaga Bencana ke lokasi terdampak. Posko–posko darurat diaktifkan untuk memobilisasi bantuan, peralatan berat, dan tenaga teknis guna mempercepat evakuasi serta pembersihan material banjir bandang.
Bencana hidrometeorologi ini tercatat melanda lima kabupaten di tiga provinsi, yakni Kabupaten Humbang Hasundutan, Agam, Mandailing Natal, Gayo Lues, dan Aceh Tenggara. Seluruh wilayah tersebut mengalami kerusakan signifikan dengan laporan ratusan korban jiwa.
Badan Geologi Kementerian ESDM memperkirakan bencana dipicu curah hujan tinggi hingga ekstrem, kondisi geomorfologi curam, serta karakter tanah yang lapuk dan mudah tererosi. Kombinasi faktor tersebut membuat wilayah rentan mengalami longsor maupun banjir bandang.
Plt. Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menegaskan pentingnya langkah pencegahan di tingkat desa.
“Identifikasi tanda awal longsor, penentuan jalur evakuasi, dan revitalisasi vegetasi lereng harus diperkuat. Pengendalian tata guna lahan di lereng curam serta perbaikan drainase juga sangat menentukan dalam menurunkan risiko bencana,” ujarnya.
Badan Geologi juga mengirim Tim Tanggap Darurat Gerakan Tanah dan Banjir Bandang (TD Gertan) ke sejumlah lokasi untuk melakukan inventarisasi dan penyelidikan penyebab bencana.
Untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak, Bahlil memerintahkan PT PLN (Persero) memulihkan infrastruktur kelistrikan yang rusak secepatnya.
“Saya minta PLN segera memulihkan jaringan listrik yang tumbang akibat banjir bandang. Minggu ini seluruh wilayah terdampak harus kembali mendapat penerangan,” kata Bahlil.
Selain pemulihan fisik, Bahlil mengingatkan pemerintah daerah untuk memperhatikan sektor pendidikan yang ikut terdampak. Ia meminta agar sekolah-sekolah yang rusak segera diperbaiki dan anak-anak diberikan perlengkapan belajar.
“Jangan sampai sekolah anak-anak berhenti terlalu lama. Berikan mereka perlengkapan dan percepat perbaikan gedung sekolah,” pesannya.
Menutup kunjungan, Bahlil menegaskan bahwa bencana serupa harus dicegah agar tidak kembali memakan banyak korban.
“Tidak boleh lagi ada bencana yang menelan 770 korban jiwa dan membuat ribuan warga mengungsi,” ujarnya dengan nada sedih. AM.N-001




















