ASAMMANIS.NEWS – AMBON – Pemerintah Kota Ambon kembali menorehkan inovasi di tingkat nasional melalui Program BETA KEJAR (Bersama Tingkatkan Literasi Keuangan, Satu Rekening Satu Pelajar). Inovasi tersebut dipresentasikan langsung oleh Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, dalam tahap penjurian Financial Literacy Award 2026 yang berlangsung secara daring dari Ruang Vlisingen, Balai Kota Ambon, Rabu (29/7).
Dalam pemaparan tersebut, Wali Kota didampingi Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku, Haramain Billady, serta Sekretaris Daerah Kota Ambon, Roberd Sapulette.
Program BETA KEJAR menghadirkan terobosan baru berupa Modul Ajar Literasi Keuangan yang diintegrasikan ke dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) bagi seluruh siswa SMP dan MTs di Kota Ambon. Langkah ini menjadikan Ambon sebagai daerah pertama di Indonesia yang menerapkan pendidikan literasi keuangan secara terstruktur melalui kurikulum sekolah.
Di hadapan dewan juri nasional, Bodewin menegaskan bahwa peningkatan literasi dan inklusi keuangan tidak dapat dilakukan secara insidental, melainkan membutuhkan pendekatan yang sistematis dan berkelanjutan sejak usia sekolah.
“Inovasi ini kami hadirkan untuk memastikan literasi dan inklusi keuangan masyarakat terus meningkat. Kami ingin membangun budaya keuangan yang sehat sejak dini melalui dunia pendidikan,” ujar Bodewin.
Menurutnya, program tersebut lahir dari sejumlah tantangan yang masih dihadapi Kota Ambon, mulai dari tingkat literasi keuangan yang belum optimal, rendahnya kepemilikan rekening simpanan pelajar, hingga belum tersedianya materi pembelajaran yang mampu membangun budaya menabung secara berkelanjutan.
Karena itu, BETA KEJAR dirancang dengan lima sasaran utama, yakni meningkatkan literasi keuangan, menghadirkan edukasi keuangan yang berkelanjutan, membangun budaya menabung, memperluas inklusi keuangan melalui kerja sama dengan perbankan, serta mengintegrasikan materi literasi keuangan ke dalam pembelajaran IPS.
Program ini telah diterapkan oleh 139 guru IPS di 64 SMP dan MTs di Kota Ambon dan menjangkau lebih dari 18 ribu siswa. Materi literasi keuangan diberikan sebanyak sembilan kali pertemuan dalam satu tahun ajaran.
Pelaksanaan BETA KEJAR juga menjadi wujud kolaborasi lintas sektor antara Pemerintah Kota Ambon, OJK Provinsi Maluku, Kementerian Agama Kota Ambon, 20 lembaga perbankan, satuan pendidikan, serta Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) IPS.
“Keberhasilan program ini merupakan hasil kerja bersama. Kolaborasi seluruh pihak menjadi kunci untuk membangun budaya literasi dan inklusi keuangan yang kuat di Kota Ambon,” kata Bodewin.
Sejak diimplementasikan, program tersebut telah menunjukkan dampak positif. Pemahaman siswa mengenai pengelolaan keuangan dan kewaspadaan terhadap transaksi digital meningkat, sementara sektor perbankan semakin aktif mendukung melalui program Bank Goes to School serta layanan pembukaan rekening Simpanan Pelajar (SimPel).
Dengan inovasi BETA KEJAR, Pemerintah Kota Ambon berharap mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kecakapan dalam mengelola keuangan sejak dini. Program ini sekaligus menjadi bukti komitmen Ambon dalam membangun ekosistem literasi dan inklusi keuangan yang berkelanjutan melalui dunia pendidikan. (AM.N-MS)
















