ASAMMANIS.NEWS – MEDAN – Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena menegaskan bahwa ketangguhan sebuah kota merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang kuat dan berdaulat. Karena itu, pemerintah daerah dituntut mampu menghadirkan tata kelola yang adaptif, pelayanan publik yang berkualitas, serta pembangunan yang berkelanjutan.
Penegasan tersebut disampaikan Bodewin saat menghadiri Dialog Kota Tangguh dalam rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) 2026 di Grand City Hall Hotel Medan, Rabu (1/7/2026).
Mengusung tema “Kota Tangguh, Bangsa Berdaulat”, forum tersebut menjadi wadah strategis bagi para wali kota, pakar, dan pemangku kepentingan untuk merumuskan strategi memperkuat ketahanan kota dalam menghadapi tantangan pembangunan, perubahan iklim, transformasi digital, hingga dinamika sosial dan ekonomi.
Menurut Bodewin, membangun kota yang tangguh tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata. Dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan seluruh pemangku kepentingan agar setiap tantangan dapat dihadapi secara bersama.
“Kota tangguh harus dibangun melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan. Dengan kota yang kuat dan mandiri, kita turut berkontribusi mewujudkan bangsa yang berdaulat,” tegasnya.
Ia menjelaskan, pemerintah kota memiliki tanggung jawab besar memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal, pembangunan berlangsung secara berkelanjutan, serta masyarakat memiliki kemampuan untuk beradaptasi terhadap berbagai perubahan yang terjadi.
Bodewin menilai, ketahanan kota bukan hanya diukur dari pembangunan infrastruktur, tetapi juga dari kemampuan pemerintah dalam membangun masyarakat yang tangguh, meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat ketahanan sosial, serta menciptakan tata kelola pemerintahan yang responsif terhadap berbagai persoalan.
Menurutnya, forum Dialog Kota Tangguh menjadi momentum penting bagi pemerintah kota di seluruh Indonesia untuk saling berbagi pengalaman, bertukar inovasi, dan memperkuat sinergi dalam menghadapi tantangan pembangunan perkotaan yang semakin kompleks.
Melalui dialog tersebut, para kepala daerah diharapkan mampu melahirkan berbagai gagasan dan rekomendasi strategis guna memperkuat daya saing kota, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta menciptakan kota yang aman, inklusif, adaptif, dan berkelanjutan.
Keikutsertaan Pemerintah Kota Ambon dalam forum nasional ini sekaligus menegaskan komitmennya untuk terus membangun Ambon Manise sebagai kota yang tangguh, inovatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi terwujudnya Indonesia yang maju dan berdaulat. (AM.N-MS)















