ASAMMANIS.NEWS – Ambon – Laporan kedaruratan di Kota Ambon terus menjadi perhatian. Layanan Call Center 112 mencatat 1.770 laporan sejak September 2025 hingga 13 Oktober 2026. Dari jumlah tersebut, kasus kebakaran menjadi sorotan setelah angkanya meningkat tajam pada 2026, terutama dalam beberapa pekan terakhir.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Kota Ambon, Ronald H. Lekransy, menjelaskan bahwa sebanyak 470 laporan diterima pada September hingga Desember 2025. Sementara itu, sepanjang Januari hingga 13 Oktober 2026, jumlah laporan mencapai 1.300 kasus.
Laporan yang masuk didominasi persoalan keamanan dan ketertiban. Selain itu, masyarakat juga melaporkan berbagai kondisi darurat, mulai dari kedaruratan medis, kecelakaan lalu lintas, bencana alam, pohon tumbang, gangguan kelistrikan, hingga permintaan layanan mobil jenazah.
Namun, peningkatan kasus kebakaran menjadi perhatian khusus pemerintah kota. Sepanjang periode pencatatan, terdapat 165 laporan kebakaran, terdiri atas 27 kasus pada September – Desember 2025 dan 138 kasus pada Januari – 13 Oktober 2026.
Tren peningkatan terlihat pada September 2026 dengan 33 kasus. Angka itu kembali bertambah menjadi 41 kasus hingga 13 Oktober, melampaui jumlah kasus yang tercatat selama September.
Peningkatan tersebut menjadi peringatan bagi masyarakat untuk memperketat kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Pemerintah Kota Ambon juga perlu memperkuat kesiapsiagaan dan koordinasi antarlembaga agar penanganan kejadian darurat dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
Lekransy menyebut Kecamatan Sirimau sebagai wilayah dengan laporan kedaruratan terbanyak. Kondisi ini menjadi bahan evaluasi untuk mengoptimalkan respons petugas, terutama Dinas Pemadam Kebakaran dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Ia mengimbau masyarakat agar tidak mengabaikan langkah pencegahan, khususnya terhadap risiko kebakaran dan berbagai keadaan darurat lainnya.
Masyarakat juga diingatkan bahwa Call Center 112 dapat diakses secara gratis selama 24 jam. Layanan ini menjadi saluran pelaporan agar kejadian darurat dapat segera dikoordinasikan dengan instansi terkait.
Lonjakan laporan kebakaran menjadi alarm kewaspadaan bagi warga Ambon. Pencegahan sejak dini dan pelaporan cepat menjadi kunci untuk mengurangi risiko serta mencegah kejadian darurat berkembang menjadi bencana yang lebih besar. (***)

















