ASAMMANIS.NEWS – Jayapura – Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Kabupaten Kepulauan Yapen menegaskan sikap netral sekaligus menyerukan pentingnya persatuan pemuda dalam menyikapi dinamika dan perpecahan yang terjadi di tubuh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), baik di tingkat nasional maupun daerah.
Pernyataan tersebut disampaikan Karateker Ketua GAMKI Kepulauan Yapen, Manuel Rumpaidus, saat ditemui dalam diskusi di Steezy Kafee, Jayapura, Rabu (25/03/2026).
“Kami sebagai pemuda sangat prihatin atas perpecahan yang terjadi di tingkat pusat hingga berdampak ke daerah, termasuk di Kabupaten Kepulauan Yapen,” ujar Manuel.
Ia menegaskan, sebagai pimpinan organisasi kepemudaan (OKP), GAMKI mengambil posisi netral dan tidak memihak kepada kubu mana pun dalam konflik KNPI.
“Sikap kami jelas, GAMKI tidak memihak kubu A maupun kubu B. Kami berdiri pada prinsip persatuan pemuda,” tegasnya.
Menurutnya, dinamika yang terjadi di tingkat nasional tidak boleh merusak soliditas pemuda di daerah. Ia berharap perpecahan yang ada tidak ikut terulang di Kepulauan Yapen.
“Kami berharap perpecahan di pusat tidak terjadi di Yapen. Pemuda di daerah harus tetap satu, tidak berjalan sendiri-sendiri dengan membawa kelompok masing-masing,” katanya.
Manuel juga mendorong agar tahapan organisasi, seperti Rapat Pimpinan (Rapim) dan Musyawarah Daerah (Musda), dilaksanakan setelah adanya penyatuan di tubuh KNPI Yapen.
“Kami menginginkan adanya penyatuan terlebih dahulu, baru kemudian melaksanakan Rapim dan Musda. Jangan sampai muncul lagi istilah KNPI A, KNPI B, dan lainnya di Yapen,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh pimpinan OKP di Kepulauan Yapen untuk memiliki sikap yang sama dalam menjaga persatuan pemuda.
“Mari kita sama-sama bersatu. Yapen adalah rumah besar kita, sehingga tidak boleh ada perpecahan di kalangan pemuda,” ucapnya.
Ia menekankan bahwa persatuan pemuda menjadi kunci dalam mendukung pembangunan daerah serta menjaga stabilitas organisasi kepemudaan.
“Kami berharap ada Rapim dan Musda penyatuan, agar seluruh OKP dapat bersatu dan bersama-sama mendukung pemerintah daerah dalam pembangunan di Kabupaten Kepulauan Yapen,” imbaunya.
Sebelumnya, dalam rilis sikap GAMKI Kabupaten Kepulauan Yapen di Kota Jayapura, Selasa (24/03/2026), organisasi tersebut juga menyampaikan keprihatinan terhadap dinamika dan perpecahan yang terjadi di tubuh KNPI, baik secara nasional maupun yang berdampak hingga ke daerah.
“Kami sebagai pemuda turut prihatin atas perpecahan yang terjadi di tubuh KNPI, baik secara nasional maupun yang berdampak hingga di Kabupaten Kepulauan Yapen,” ujar Ketua GAMKI dalam rilis tersebut.
Ia menegaskan, pemuda memiliki peran strategis sebagai agen perubahan dan penopang pembangunan, sehingga perpecahan justru akan melemahkan kekuatan kolektif dalam membangun daerah.
“Kami mengajak seluruh pihak untuk menyatukan diri dalam pelaksanaan Rapimpurda dan Musda penyatuan yang aman, lancar, dan tertib demi Kabupaten Kepulauan Yapen yang kita cintai bersama,” lanjutnya.
Menurutnya, Musda penyatuan juga menjadi bentuk dukungan moral pemuda terhadap visi “Yapen Rumah Kita Bersama”.
“Jika pemuda terpecah, maka kekuatan dalam mendukung pembangunan daerah akan menjadi lemah dan tidak terkontrol. Karena itu, pemuda harus bersatu sebagai agen perubahan,” tegasnya.
GAMKI juga mengajak seluruh organisasi kepemudaan, termasuk Cipayung, untuk bersama-sama menjaga marwah pemuda sebagai tonggak pembangunan bangsa dan daerah.
“Kami mengajak seluruh pimpinan OKP untuk memiliki sikap yang sama dalam mendukung penyatuan pemuda di Yapen,” tutupnya. AM.N-AAD


















