ASAMMANIS.NEWS – AMBON – Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan Gereja dalam membangun masyarakat yang beriman, berkarakter, serta mampu menghadapi berbagai tantangan sosial. Penegasan itu disampaikannya saat menghadiri Perayaan Syukur Misa Perdana Imam Baru RP Belly Yoakhim Resubun, MSC, di kediaman keluarga Edy Tethool, Kompleks Gudang Arang, Ambon, Sabtu (25/7).
Acara syukur tersebut turut dihadiri Sekretaris Keuskupan Amboina Pastor Agustinus Arbol, Wali Kota Ambon bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kota Ambon, anggota DPRD Provinsi Maluku, para pastor, suster, frater, Dewan Pastoral Paroki, tokoh umat, pimpinan kelompok kategorial, serta ratusan undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Hendrik mengajak seluruh umat untuk memanjatkan syukur kepada Tuhan Yesus Kristus atas anugerah tahbisan imamat yang diterima RP Belly Yoakhim Resubun, MSC. Menurutnya, tahbisan imam bukan sekadar pencapaian pribadi, melainkan panggilan suci yang menuntut pengabdian penuh kepada Tuhan dan pelayanan tanpa pamrih kepada sesama.
Gubernur menegaskan bahwa pembangunan Maluku tidak hanya diukur dari kemajuan infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga harus ditopang oleh pembangunan spiritual yang mampu melahirkan masyarakat yang damai, harmonis, dan berkarakter.
Karena itu, Pemerintah Provinsi Maluku terus memperkuat kolaborasi dengan para pemimpin agama sebagai mitra strategis dalam menanamkan nilai-nilai moral, memperkokoh kehidupan beragama, serta menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat Maluku.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar RP Belly Yoakhim Resubun, MSC, yang telah memberikan dukungan dan doa hingga imam baru tersebut menerima tahbisan imamat. Hendrik berharap kehadiran RP Belly menjadi berkat bagi keluarga, Gereja, dan seluruh umat di Keuskupan Amboina.
Pada kesempatan itu, Gubernur mengajak seluruh elemen Gereja untuk semakin memperkuat pembinaan umat, terutama dalam menghadapi berbagai persoalan sosial yang kini mengancam generasi muda, seperti praktik prostitusi, judi online, dan penyalahgunaan narkoba.
“Gereja harus terus menjadi pusat pembinaan iman, akhlak, dan peradaban, sekaligus mempererat sinergi dengan seluruh tokoh agama dalam menjaga kerukunan, kedamaian, dan ketertiban sosial di Maluku,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Hendrik menegaskan bahwa kolaborasi yang erat antara pemerintah, Gereja, dan seluruh elemen masyarakat merupakan modal utama untuk mewujudkan Maluku yang maju, harmonis, aman, dan sejahtera. (AM.N-MS)



















