ASAMMANIS.NEWS – LANGKAT – Keluhan warga Desa Pematang Cengal, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, terkait kerusakan jalan dan dampak debu akibat aktivitas kendaraan akhirnya mendapat titik terang.
Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IV DPRD Langkat, Jumat (7/8/2026), disepakati pembangunan jalan melalui pengaspalan hotmix sepanjang 1 kilometer pada tahun ini. Selain itu, EMP Gebang Limited menyatakan kesiapannya membantu penanganan kondisi jalan serta mengurangi dampak debu dari aktivitas kendaraan di wilayah tersebut.
RDP digelar di ruang Komisi IV DPRD Langkat dan dipimpin Ketua DPRD Langkat Sribana Perangin Angin, SE, didampingi Wakil Pimpinan DPRD Langkat H. Ajai Ismail.
Turut hadir Ketua Komisi IV DPRD Langkat Muhammad Rio bersama anggota Komisi IV H. Rahmanuddin Rangkuti, SH, MKn, Jul’Aidi Syam, ST, dan Muhammad Ilwa Herija, SH.
Dari Pemerintah Kabupaten Langkat hadir Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Langkat Arie Ramadhany, S.IP., M.SP. Sementara EMP Gebang Limited diwakili Field Coordinator Ronny Lilipaly bersama rombongan.
Pertemuan tersebut juga dihadiri Kabag Ops Polres Langkat Kompol Firman Imanuel Perangin-angin, Camat Tanjung Pura Tengku Reza Aditya, S.STP., M.AP., Kepala Desa Pematang Cengal Arusman, serta sejumlah perwakilan masyarakat.
Anggaran Terbatas
Dalam RDP, persoalan keterbatasan anggaran menjadi salah satu pembahasan utama. Dinas PUPR Langkat sebelumnya menyampaikan bahwa kondisi anggaran memungkinkan pembangunan hotmix minimal sepanjang 500 meter.
Usulan tersebut dinilai belum memenuhi kebutuhan masyarakat yang menginginkan perbaikan jalan dilakukan secara lebih menyeluruh.
Plt Kepala Dinas PUPR Langkat menjelaskan, keterbatasan anggaran tidak terlepas dari kebijakan efisiensi. Selain itu, pemerintah daerah mempertimbangkan risiko kerusakan kembali apabila jalan yang telah diperbaiki dilintasi kendaraan dengan muatan berat untuk kegiatan operasional migas.
Menurutnya, kendaraan bermuatan berat berpotensi memberikan beban melebihi kelas jalan. Karena itu, pembangunan jalan direncanakan dilakukan secara bertahap.
Wakil Pimpinan DPRD Langkat H. Ajai Ismail bersama Ketua Komisi IV kemudian meminta agar porsi pengaspalan dapat ditambah guna menjawab kebutuhan masyarakat.
Persoalan kendaraan berat, kata mereka, dapat dikoordinasikan dengan pihak terkait, termasuk EMP Gebang Limited.
DPRD Targetkan 1 Kilometer Pengaspalan
Ketua DPRD Langkat Sribana Perangin Angin menegaskan bahwa RDP harus menghasilkan solusi konkret bagi masyarakat Pematang Cengal.
Ia menyatakan akan mengalokasikan pokok-pokok pikiran (pokir) untuk mendukung pembangunan jalan di Desa Pematang Cengal.
“Di sini kita membahas bagaimana jalan tersebut bisa diaspal. Untuk membantu masyarakat, pokir saya saya berikan ke Pematang Cengal. Jadi, di Desa Pematang Cengal tahun ini dibangun 1 kilometer aspal,” kata Sribana.
Ia juga meminta EMP Gebang Limited dapat memberikan dukungan kepada pemerintah daerah pada tahun berikutnya, terutama dalam penanganan dan pembangunan ruas jalan desa yang dilintasi kendaraan operasional migas.
EMP Gebang Siapkan 200 Truk Sertu
Keluhan warga tidak hanya berkaitan dengan kerusakan jalan, tetapi juga debu yang muncul akibat aktivitas kendaraan.
Field Coordinator EMP Gebang Limited Ronny Lilipaly mengatakan pihaknya telah melakukan sejumlah langkah untuk mengurangi dampak tersebut.
“Untuk mengatasi abu, kami sudah memerintahkan penyiraman jalan tiga kali sehari,” ujar Ronny.
Menurut Ronny, pihaknya juga telah mengganti kontraktor penyiraman jalan karena dinilai tidak menjalankan kesepakatan dan ketentuan yang telah ditetapkan.
Selain penyiraman jalan, EMP Gebang Limited menyatakan akan membantu material untuk mendukung kelancaran akses transportasi masyarakat.
“Kami sepakati untuk memperlancar transportasi lalu lintas akan membantu 200 trek sertu,” kata Ronny.
Terkait permintaan pengaspalan dari Pemerintah Kabupaten Langkat, Ronny mengatakan keputusan tersebut masih harus mendapat persetujuan dari pimpinan perusahaan.
“Kami punya atasan. Jadi, permohonan dari Pemerintah Kabupaten Langkat ini, jika kami diizinkan untuk mengaspal, maka jalan itu kami aspal,” ujarnya.
Warga Minta Komitmen Direalisasikan
Masyarakat Desa Pematang Cengal menyambut baik kesepakatan yang dihasilkan dalam RDP. Namun, warga berharap komitmen tersebut segera diwujudkan dalam bentuk pekerjaan fisik di lapangan.
Permintaan perbaikan dan pengaspalan jalan tersebut sebelumnya telah disampaikan masyarakat sejak 2025. Pada tahun lalu, pengaspalan disebut baru terealisasi sekitar 500 meter dari total ruas jalan yang belum diaspal sekitar 3,5 kilometer.
Dengan demikian, masih terdapat sekitar 3 kilometer ruas jalan yang membutuhkan penanganan.
Warga berharap pembangunan 1 kilometer jalan yang dijanjikan DPRD Langkat, bantuan 200 truk sertu dari EMP Gebang Limited, serta penyiraman jalan secara rutin dapat segera direalisasikan.
Perbaikan tersebut dinilai penting tidak hanya untuk mendukung aktivitas masyarakat, tetapi juga menjaga kelancaran mobilisasi kegiatan migas di wilayah Pematang Cengal, Desa Bubun, dan sekitarnya. (AM.N-SBR)



















