ASAMMANIS.NEWS – AMBON – Penantian panjang masyarakat Maluku selama lebih dari dua dekade untuk menyaksikan dimulainya pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Blok Masela akhirnya menjadi kenyataan. Pelaksanaan ground breaking pembangunan kilang Liquefied Natural Gas (LNG) di Desa Lermatang, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, menjadi penanda bahwa proyek energi raksasa yang selama ini dinanti telah resmi memasuki tahap konstruksi.
Momentum bersejarah tersebut disambut antusias berbagai elemen masyarakat, khususnya kalangan pemuda di Maluku. Mereka menilai dimulainya pembangunan Blok Masela sebagai tonggak baru kebangkitan ekonomi kawasan timur Indonesia sekaligus bukti nyata hadirnya negara dalam mewujudkan pemerataan pembangunan.
Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Maluku menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia atas komitmen dan keberanian politik dalam memastikan proyek tersebut dapat dieksekusi setelah bertahun-tahun mengalami berbagai hambatan.
Ketua Harian DPD KNPI Maluku, Eliza A. de Lima, mengatakan langkah strategis pemerintah berhasil memutus kebuntuan panjang yang selama ini menghambat realisasi proyek Blok Masela.
“Kami menyampaikan penghargaan dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Presiden RI Prabowo Subianto dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Di bawah kepemimpinan mereka, berbagai hambatan birokrasi, regulasi, hingga negosiasi investasi yang selama ini menjadi penghalang akhirnya mampu diselesaikan. Penantian panjang masyarakat Maluku kini dijawab dengan tindakan nyata melalui dimulainya pembangunan Blok Masela,” ujar Eliza kepada media, Sabtu (18/7).
Menurut Eliza, keberhasilan pemerintah mendorong proyek ini menunjukkan keseriusan dalam mempercepat pembangunan di Indonesia Timur sekaligus memberikan kepastian investasi terhadap salah satu proyek energi terbesar di Tanah Air.
Blok Masela sendiri memiliki perjalanan yang panjang sejak ditemukannya cadangan gas raksasa di Laut Arafura pada tahun 2000. Selama lebih dari dua dekade, proyek tersebut menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perubahan konsep pengembangan dari offshore ke onshore, proses negosiasi investasi, hingga pergantian konsorsium pengelola.
Berbagai dinamika tersebut sempat menimbulkan keraguan di tengah masyarakat mengenai kepastian realisasi proyek yang diproyeksikan bernilai ratusan triliun rupiah tersebut.
Namun, keraguan itu kini mulai terjawab setelah pemerintah secara resmi melaksanakan ground breaking pembangunan fasilitas LNG di Desa Lermatang, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, pada Rabu (16/7/2026). Dimulainya pembangunan fisik tersebut menjadi simbol bahwa proyek Blok Masela tidak lagi berhenti pada tahap perencanaan, melainkan telah memasuki fase implementasi.
Bagi masyarakat Maluku, pembangunan Blok Masela bukan hanya menghadirkan harapan baru bagi sektor energi nasional, tetapi juga membuka peluang besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan investasi, pengembangan infrastruktur, serta tumbuhnya berbagai sektor usaha pendukung.
Karena itu, KNPI Maluku menegaskan komitmennya untuk mengawal pelaksanaan proyek agar manfaat ekonominya benar-benar dirasakan masyarakat Maluku, khususnya generasi muda.
Eliza berharap pemerintah bersama pihak pengelola memberikan prioritas kepada tenaga kerja lokal, meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan, serta melibatkan pelaku usaha daerah dalam rantai pasok industri migas.
“Blok Masela harus menjadi motor penggerak kemajuan Maluku. Jangan sampai masyarakat hanya menjadi penonton di negeri sendiri. Pemuda Maluku berharap proyek ini mampu membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya, mengurangi angka kemiskinan, memperkuat ekonomi daerah, dan menjadikan Maluku sebagai provinsi penghasil energi yang maju, mandiri, dan sejahtera,” tegasnya.
Ia menambahkan, keberhasilan pembangunan Blok Masela diharapkan menjadi awal dari transformasi ekonomi Maluku menuju daerah yang lebih kompetitif dan memiliki posisi strategis dalam pembangunan nasional, sejalan dengan cita-cita mewujudkan pemerataan kesejahteraan di seluruh wilayah Indonesia. (AM.N-MS)
















