ASAMMANISNEWS,AMAHAI — Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Maluku Tengah mulai diarahkan tidak hanya menjadi ruang bagi siswa untuk mengejar prestasi akademik, tetapi juga sebagai tempat membangun karakter, membudayakan hidup sehat dan mengembangkan potensi olahraga.
Hal itu terlihat dalam rangkaian kegiatan Open House Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Maluku Tengah di kelurahan Hollo, Kecamatan Amahai, Kabupaten Maluku Tengah, Jumat, 28/08/2026, yang diisi dengan penanaman tanaman buah disekitar sekolah serta pencanangan program “Pingpong Go To School”.
Penanaman tanaman buah menjadi salah satu simbol komitmen menciptakan lingkungan sekolah yang hijau, asri dan nyaman bagi proses belajar mengajar.
Bupati Maluku Tengah Zulkarnain Awat Amir mengatakan, kegiatan menanam pohon memiliki makna yang lebih luas jika dikaitkan dengan dunia pendidikan. Menurutnya, apa yang ditanam dan dirawat hari ini akan memberikan manfaat pada masa yang akan datang.
“Begitu pula pendidikan, apa yang kita tanam dalam diri anak-anak hari ini akan menentukan masa depan mereka,” ungkap Zulkarnain.
Karena itu, ia berharap lingkungan Sekolah Rakyat tidak hanya dipenuhi aktivitas pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga menjadi ruang yang mendukung pertumbuhan karakter, kreativitas dan kepedulian siswa terhadap lingkungan.
Selain penanaman pohon, perhatian dalam kegiatan Open House juga tertuju pada pencanangan “Pingpong Go To School”, hasil kolaborasi Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Maluku dan PTMSI Maluku Tengah.
Bupati Zulkarnain memberikan apresiasi terhadap inisiatif tersebut. Ia menyebut program itu menjadi langkah awal yang penting dalam memperkenalkan olahraga tenis meja secara lebih luas kepada kalangan pelajar.
Program “Pingpong Go To School” disebut menjadi yang pertama di Provinsi Maluku dan dipusatkan di Kabupaten Maluku Tengah, dengan Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Maluku Tengah sebagai lokasi pencanangannya.
“Ini perdana di Provinsi Maluku, dipusatkan di Maluku Tengah dan tempatnya di Sekolah Rakyat,” ujarnya.
Dikatakan, olahraga memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan generasi muda. Aktivitas olahraga bukan hanya berkaitan dengan kesehatan fisik, tetapi juga dapat membentuk kedisiplinan, konsistensi, kerja sama dan jiwa sportivitas.
Melalui program tersebut, para siswa diharapkan memiliki kesempatan untuk mengenal sekaligus mengembangkan bakat di bidang tenis meja sejak usia dini.
Lebih jauh, Bupati berharap program itu tidak berhenti sebagai kegiatan perdana di Sekolah Rakyat. Ia bahkan mendorong agar gerakan “Pingpong Go To School” dapat diperluas ke sekolah-sekolah lainnya di Kabupaten Maluku Tengah.
Dengan demikian, tenis meja diharapkan tidak hanya menjadi aktivitas olahraga, tetapi dapat berkembang menjadi bagian dari pembinaan prestasi generasi muda di daerah.
“Pembangunan sumber daya manusia membutuhkan pendekatan yang menyeluruh. Pendidikan akademik harus berjalan beriringan dengan pembentukan karakter, pengembangan minat dan bakat, serta penerapan pola hidup sehat,” imbuhnya.
Karena itu, Bupati menilai sinergi antara pemerintah daerah, sekolah, guru, orang tua, masyarakat dan organisasi olahraga sangat diperlukan.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang memberikan ruang seluas-luasnya bagi siswa untuk berkembang sesuai potensi masing-masing.
Sekolah Rakyat ini pun diharapkan menjadi salah satu contoh bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada nilai akademik, tetapi juga membangun manusia yang memiliki karakter, kepedulian lingkungan dan semangat berprestasi.
“Mari kita jadikan Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Maluku Tengah bukan hanya sebagai tempat belajar, tetapi sebagai rumah untuk bertumbuh, membangun karakter dan meraih prestasi,” tutupnya.
















