ASAMMANIS.NEWS – AMBON – Pemerintah Kota Ambon melalui Tim Penggerak PKK Kota Ambon berkolaborasi dengan HOPE Worldwide Indonesia menggelar Workshop Penguatan Ketahanan Keluarga melalui Kesejahteraan Mental Ibu bertajuk “Strong Mom, Strong Family: Merawat Diri, Menguatkan Keluarga, Mendukung Generasi” di Ruang Vlisingen, Balai Kota Ambon, Kamis (13/08/26).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan keluarga melalui peningkatan kesadaran akan pentingnya kesehatan mental ibu sebagai pilar utama dalam membangun keluarga yang sehat, harmonis, dan tangguh.
Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, yang membuka kegiatan tersebut menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi antara TP-PKK Kota Ambon dan HOPE Worldwide Indonesia. Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus dimulai dari penguatan keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat.
“Kalau kita bicara tentang upaya pemerintah untuk membangun baik negara, provinsi maupun daerah, maka fokus utama kita sebenarnya adalah pada keluarga. Karena keluarga merupakan fondasi basis terkecil yang jika dibangun dengan baik, dia akan menjadi modal kekuatan bagi kita untuk membangun bangsa dan negara,” ujar Wattimena.
Ia menegaskan bahwa ibu memegang peranan sentral dalam kehidupan keluarga, mulai dari mendidik anak, mendampingi anggota keluarga, hingga membentuk karakter generasi masa depan. Namun di balik berbagai peran tersebut, ibu juga rentan mengalami kelelahan fisik maupun tekanan emosional.
Karena itu, menurut Wali Kota, penting bagi setiap ibu untuk mengenali kebutuhan dirinya sendiri dan tidak mengabaikan kesehatan mental demi menjalankan berbagai tanggung jawab dalam keluarga.
“Ibu yang kuat adalah ibu yang mampu mengenali kebutuhannya. Karena kalau mengenali kebutuhannya, maka dia akan membawa dirinya untuk bisa melakukan semua hal dengan baik,” katanya.
Wattimena menambahkan, ibu yang kuat bukanlah sosok yang harus mampu mengerjakan semuanya sendiri, melainkan pribadi yang memahami batas kemampuan dan berani mencari dukungan ketika diperlukan.
Ia juga menekankan bahwa mewujudkan keluarga yang tangguh membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, TP-PKK, masyarakat hingga mitra pembangunan.
Sementara itu, Ketua HOPE Worldwide Indonesia, Michael Y. Tobing, mengatakan kesehatan mental memiliki hubungan yang sangat erat dengan kualitas kehidupan keluarga. Menurutnya, kesehatan mental memengaruhi pola pengasuhan anak, komunikasi antar pasangan, hingga kemampuan keluarga dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Michael menilai banyak ibu yang menjalankan berbagai peran sekaligus, namun sering kali mengesampingkan kebutuhan dirinya sendiri.
“Merawat diri bukan berarti egois. Menjaga kesehatan mental bukan berarti kita lemah. Dan meminta bantuan bukan berarti kita gagal,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa HOPE Worldwide Indonesia selama ini aktif menjalankan berbagai program di bidang pendidikan, kesehatan, pengembangan keterampilan, dan pemberdayaan masyarakat. Karena itu, kolaborasi dengan TP-PKK Kota Ambon dinilai sangat strategis mengingat PKK memiliki jaringan yang langsung bersentuhan dengan keluarga dan masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, HOPE Worldwide Indonesia berharap semakin banyak ibu yang memahami pentingnya menjaga kesehatan mental serta merasa tidak sendiri dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan keluarga.
“Kami berharap semakin banyak ibu yang merasa bahwa mereka tidak sendirian. Semakin banyak keluarga yang memiliki pengetahuan dan saling mendukung. Kami berharap apa yang kita mulai hari ini dapat menjadi langkah kecil yang menghasilkan perubahan besar bagi keluarga dan masyarakat di Kota Ambon,” pungkas Michael.
Workshop ini menjadi salah satu langkah konkret dalam membangun keluarga yang lebih tangguh dan sejahtera. Dengan ibu yang sehat secara mental dan emosional, diharapkan lahir keluarga yang kuat serta generasi masa depan yang lebih berkualitas untuk Kota Ambon. (AM.N-MS)
















