ASAMMANIS.NEWS – JAKARTA – Bencana alam tidak hanya menyisakan kerusakan fisik, tetapi juga meninggalkan luka psikologis yang mendalam, khususnya bagi kelompok rentan seperti anak-anak, perempuan, dan lanjut usia (lansia).
Berdasarkan pantauan assammanis.news pada laman Facebook DPP Partai Golkar, Senin (5/1/2026), Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, menegaskan komitmen BKKBN untuk hadir dan mengambil peran strategis dalam pemulihan kondisi psikologis para penyintas bencana.
Menurut Wihaji, BKKBN melakukan pendampingan intensif melalui program trauma healing guna membantu anak-anak, perempuan, dan lansia agar dapat pulih secara mental dan emosional.
Upaya ini dilakukan agar para korban tidak terjebak dalam trauma berkepanjangan dan mampu kembali menjalani kehidupan dengan penuh harapan.
“Kita hadir untuk memastikan anak-anak jangan mengalami trauma, perempuan jangan mengalami trauma, lansia juga jangan mengalami trauma. Karena anak-anak ini merupakan bagian dari masa depan kita,” ujar Wihaji.
Ia menambahkan, pemulihan psikologis menjadi bagian penting dari penanganan pascabencana yang tidak boleh diabaikan. Dengan pendampingan yang tepat, diharapkan kelompok rentan dapat bangkit lebih cepat dan kembali menjalani aktivitas secara normal.
Langkah BKKBN tersebut merupakan wujud kehadiran negara dalam memberikan perlindungan dan perhatian menyeluruh kepada masyarakat terdampak bencana, tidak hanya dari sisi fisik, tetapi juga kesehatan mental dan sosial. AM.N-SBR


















