ADVERTISEMENT
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
AsamManis.News
  • Home
  • Advertorial
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Politik
  • Video
  • Lainnya
    • TNI | POLRI
    • Hukum & Kriminal
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Olahraga
    • Opini
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Advertorial
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Politik
  • Video
  • Lainnya
    • TNI | POLRI
    • Hukum & Kriminal
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Olahraga
    • Opini
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Teknologi
No Result
View All Result
AsamManis.News
No Result
View All Result
  • Home
  • Advertorial
  • Nasional
  • Daerah
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Video
  • TNI | POLRI
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Opini
Home Opini

Gagalnya Pengusulan Pahlawan AM Sangadji: Bukti Maluku Tak Punya Strategi Politik Kebudayaan di Pusat

Oleh: Fadel Rumakat/Pegiat sosial

admin by admin
November 10, 2025
in Opini
0
Gagalnya Pengusulan Pahlawan AM Sangadji: Bukti Maluku Tak Punya Strategi Politik Kebudayaan di Pusat
0
SHARES
104
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Tahun ini, ketika pemerintah pusat mengumumkan daftar penerima gelar Pahlawan Nasional, nama AM Sangadji kembali tidak disebut. Kabar itu mungkin hanya sekilas di media, tapi bagi banyak orang Maluku, khususnya yang memahami sejarah pergerakan nasional, ini bukan sekadar absen administratif ini adalah cermin betapa lemahnya daya tawar dan strategi politik kebudayaan Maluku di tingkat pusat.

AM Sangadji bukan nama kecil. Ia adalah bagian dari generasi pelopor pergerakan nasional yang menorehkan jejak nyata dalam perjuangan melawan kolonialisme. Kiprahnya di Sarekat Islam, keterlibatannya dalam gerakan anti penjajahan, hingga peran intelektualnya dalam membangun kesadaran kebangsaan di masa-masa genting kemerdekaan seharusnya cukup menjadi alasan kuat untuk mengangkatnya sebagai Pahlawan Nasional. Namun, berkali-kali upaya itu kandas di meja birokrasi.

Kegagalan ini bukan sekadar persoalan teknis administrasi. Ini adalah persoalan politik kebudayaan yang gagal dimaknai dan diperjuangkan secara strategis oleh Pemerintah Provinsi Maluku. Gubernur Maluku tampak tak memiliki kemampuan memadai untuk melobi, mengomunikasikan, dan memperjuangkan kepentingan sejarah daerahnya di hadapan pemerintah pusat. Ketika daerah lain agresif membangun jejaring dengan kementerian, akademisi, hingga media nasional untuk memperkuat narasi sejarah lokalnya, Maluku justru seolah berjalan sendiri tanpa arah diplomasi kultural yang jelas.

Baca Juga . . .

Menjaga Indonesia melalui Pemikiran Kritis dan Kolaborasi

Menjaga Indonesia melalui Pemikiran Kritis dan Kolaborasi

Oktober 19, 2026
Saatnya Mengubah Paradigma Dari Pemadaman Menuju Pencegahan KARHUTLA Di Kota Ambon

Saatnya Mengubah Paradigma Dari Pemadaman Menuju Pencegahan KARHUTLA Di Kota Ambon

Oktober 12, 2026
47 Tahun Al-Hidayah: Refleksi Ketahanan Organisasi Perempuan Dalam Dinamika Zaman

47 Tahun Al-Hidayah: Refleksi Ketahanan Organisasi Perempuan Dalam Dinamika Zaman

Oktober 4, 2026
Dua Kantor Negeri Dalam Satu Negeri: Ketika Pembangunan Berpotensi Memicu Konflik Sosial

Dua Kantor Negeri Dalam Satu Negeri: Ketika Pembangunan Berpotensi Memicu Konflik Sosial

September 8, 2026
ADVERTISEMENT

Kita tahu, penganugerahan gelar Pahlawan Nasional bukan hanya soal nilai sejarah semata, tetapi juga hasil dari kerja advokasi politik dan kebudayaan yang sistematis. Dibutuhkan kemampuan untuk menafsirkan ulang kontribusi tokoh daerah dalam kerangka kebangsaan, sekaligus menegosiasikan narasi itu agar diakui negara. Sayangnya, Pemerintah Provinsi Maluku tampak lemah dalam membangun narasi tersebut. Tidak ada konsolidasi yang kuat antara akademisi, sejarawan, tokoh adat, dan organisasi masyarakat sipil dalam memperjuangkan pengusulan ini.

Lebih ironis lagi, lemahnya lobi politik ini memperlihatkan pola lama yang terus berulang: para pemimpin Maluku lebih sibuk menjaga citra politik jangka pendek ketimbang membangun strategi kebudayaan jangka panjang. Padahal, pengakuan terhadap tokoh seperti AM Sangadji bukan hanya penghargaan personal, tetapi bentuk legitimasi simbolik atas kontribusi Maluku bagi Republik Indonesia.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Lemahnya atensi Gubernur Maluku di pusat juga terlihat dari absennya diplomasi kultural yang konsisten. Tak ada agenda yang kuat di Kementerian Sosial, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, atau bahkan di Sekretariat Negara untuk menempatkan tokoh-tokoh Maluku dalam peta sejarah nasional. Jika pun ada inisiatif, itu lebih bersifat seremonial ketimbang strategis. Maluku kehilangan momentum membangun narasi kebangsaan dari wilayah timur yang pernah melahirkan pemikir, pejuang, dan pelopor pergerakan nasional.

Kegagalan memperjuangkan AM Sangadji menjadi Pahlawan Nasional harusnya menjadi peringatan keras bagi pemerintah daerah. Ini menandakan tidak adanya sistem kerja budaya yang terorganisasi di birokrasi Maluku. Provinsi ini tampaknya tidak memiliki blueprint kebijakan kebudayaan yang menjadikan sejarah dan tokoh-tokoh lokal sebagai sumber kebanggaan dan diplomasi identitas. Sebaliknya, penghargaan terhadap sejarah dan tokoh lokal sering kali hanya muncul di momentum peringatan hari besar nasional, tanpa ada tindak lanjut yang serius.

Sementara itu, daerah lain berhasil memanfaatkan momentum politik nasional untuk mengangkat tokoh-tokohnya. Gorontalo misalnya, dengan gigih memperjuangkan Nani Wartabone hingga akhirnya diakui. Sulawesi Selatan berhasil mendorong nama Andi Depu, sementara Jawa Tengah konsisten mempromosikan pahlawan dari berbagai kota melalui riset akademik dan diplomasi politik yang solid. Di titik ini, kegagalan Maluku bukanlah karena tokohnya tak layak, tetapi karena pemerintahnya tak piawai memainkan politik kebudayaan.

Pemerintah pusat memang memegang kewenangan formal, tetapi inisiatif dan energi utamanya tetap berasal dari daerah. Maka, kegagalan AM Sangadji masuk daftar penerima gelar tahun ini tak bisa dilepaskan dari tanggung jawab moral dan politik Gubernur Maluku. Gubernur seharusnya mampu menjadi jembatan antara aspirasi lokal dan pengakuan nasional. Ia mesti menggerakkan tim ahli, menyiapkan riset akademik yang kuat, dan melakukan pendekatan lintas kementerian agar pengusulan tokoh-tokoh Maluku mendapat atensi serius.

Kepemimpinan daerah yang hanya berorientasi pada proyek fisik tanpa strategi kebudayaan akan terus menempatkan Maluku dalam posisi pinggiran. Padahal, dalam geopolitik Indonesia Timur, Maluku punya potensi besar untuk tampil sebagai pusat narasi sejarah maritim dan peradaban kepulauan. AM Sangadji adalah simbol dari semangat itu seorang intelektual yang menjembatani kesadaran lokal dan nasional. Kegagalannya diakui sebagai pahlawan mencerminkan kegagalan kita memaknai jati diri sendiri.

Sudah saatnya Pemerintah Provinsi Maluku membangun roadmap kebudayaan yang terukur. Pengusulan gelar pahlawan nasional tidak boleh berhenti pada seremoni, tetapi harus disertai kerja advokasi, riset sejarah, dan diplomasi publik yang berkelanjutan. Sejarah bukan hanya arsip masa lalu, melainkan arena kontestasi makna. Dan di arena itu, Maluku tidak boleh terus menjadi penonton.

AM Sangadji mungkin belum diakui negara tahun ini. Namun yang lebih memalukan adalah ketika pemimpinnya sendiri tak mampu memperjuangkan pengakuan itu.

Previous Post

Boy Sangadji Panaskan Mesin SOKSI Ambon: Saatnya Kita Mengepung Kota untuk Kemenangan Golkar

Next Post

Dari Maluku untuk Nusantara: Seruan Keadilan bagi Pejuang Abdul Muthalib Sangadji

admin

admin

Next Post
Dari Maluku untuk Nusantara: Seruan Keadilan bagi Pejuang Abdul Muthalib Sangadji

Dari Maluku untuk Nusantara: Seruan Keadilan bagi Pejuang Abdul Muthalib Sangadji

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected test

  • 24k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diduga Kapolda dan Pangdam Terlibat Tambang Gunung Botak, Helena: Atas Perintah Gubernur

Diduga Kapolda dan Pangdam Terlibat Tambang Gunung Botak, Helena: Atas Perintah Gubernur

Februari 11, 2026
Putusan PN Jakbar: Pemecatan Azis Mahulete Sah, Ridwan Rahman Segera Dilantik

Putusan PN Jakbar: Pemecatan Azis Mahulete Sah, Ridwan Rahman Segera Dilantik

Maret 16, 2026
Terkait Laporan Perselingkuhan Lutfi Helut Cemari Citra Wartawan di Maluku

Terkait Laporan Perselingkuhan Lutfi Helut Cemari Citra Wartawan di Maluku

September 5, 2025
Netralitas Polri Dipertanyakan, Hena Hetu Resmi Desak Polda Copot Kombes. Hujra Soumena

Netralitas Polri Dipertanyakan, Hena Hetu Resmi Desak Polda Copot Kombes. Hujra Soumena

November 25, 2025

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Shadow Tactics: Blades of the Shogun Review

0

macOS Sierra review: Mac users get a modest update this year

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0
Dari Bula hingga Masela, MEA Perjuangkan Hak Ekonomi Maluku melalui PI 10 Persen Migas

Dari Bula hingga Masela, MEA Perjuangkan Hak Ekonomi Maluku melalui PI 10 Persen Migas

November 2, 2026
17 Pejabat Pemkot Ambon Ikuti PKN Tingkat II, Siapkan Inovasi Perkuat Pelayanan Publik

17 Pejabat Pemkot Ambon Ikuti PKN Tingkat II, Siapkan Inovasi Perkuat Pelayanan Publik

November 2, 2026
Tak Ingin Ada Warga Terkendala Akses Kesehatan, Gubernur Maluku Usulkan Renovasi RSUD Haulussy dan 141 Puskesmas

Tak Ingin Ada Warga Terkendala Akses Kesehatan, Gubernur Maluku Usulkan Renovasi RSUD Haulussy dan 141 Puskesmas

November 2, 2026
Bahlil Lantik 11 Pejabat Pimpinan Tinggi Kementerian ESDM, Ini Daftar Rotasi Jabatannya

Bahlil Lantik 11 Pejabat Pimpinan Tinggi Kementerian ESDM, Ini Daftar Rotasi Jabatannya

November 2, 2026

Recent News

Dari Bula hingga Masela, MEA Perjuangkan Hak Ekonomi Maluku melalui PI 10 Persen Migas

Dari Bula hingga Masela, MEA Perjuangkan Hak Ekonomi Maluku melalui PI 10 Persen Migas

November 2, 2026
17 Pejabat Pemkot Ambon Ikuti PKN Tingkat II, Siapkan Inovasi Perkuat Pelayanan Publik

17 Pejabat Pemkot Ambon Ikuti PKN Tingkat II, Siapkan Inovasi Perkuat Pelayanan Publik

November 2, 2026
Tak Ingin Ada Warga Terkendala Akses Kesehatan, Gubernur Maluku Usulkan Renovasi RSUD Haulussy dan 141 Puskesmas

Tak Ingin Ada Warga Terkendala Akses Kesehatan, Gubernur Maluku Usulkan Renovasi RSUD Haulussy dan 141 Puskesmas

November 2, 2026
Bahlil Lantik 11 Pejabat Pimpinan Tinggi Kementerian ESDM, Ini Daftar Rotasi Jabatannya

Bahlil Lantik 11 Pejabat Pimpinan Tinggi Kementerian ESDM, Ini Daftar Rotasi Jabatannya

November 2, 2026
AsamManis.News

AsamManis.News adalah portal berita online yang menyajikan ragam informasi terkini dengan dua sisi rasa: tajam dan kritis seperti asam, ringan dan menghibur seperti manis. Dapatkan update berita nasional, regional, gaya hidup, opini, hingga hiburan setiap hari. Kami hadir untuk menyuguhkan berita dengan sudut pandang yang seimbang, segar, dan mudah dicerna.

Browse by Category

  • Advertorial
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hukum & Kriminal
  • INTERNASIONAL
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Parlemen
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Teknologi
  • TNI | POLRI
  • Video

Recent News

Dari Bula hingga Masela, MEA Perjuangkan Hak Ekonomi Maluku melalui PI 10 Persen Migas

Dari Bula hingga Masela, MEA Perjuangkan Hak Ekonomi Maluku melalui PI 10 Persen Migas

November 2, 2026
17 Pejabat Pemkot Ambon Ikuti PKN Tingkat II, Siapkan Inovasi Perkuat Pelayanan Publik

17 Pejabat Pemkot Ambon Ikuti PKN Tingkat II, Siapkan Inovasi Perkuat Pelayanan Publik

November 2, 2026
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

Hak Cipta asammanis.news © 2025 Web Development PT. MALUKU MANISE MULTIMEDIA

No Result
View All Result
  • Home
  • Advertorial
  • Nasional
  • Daerah
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Video
  • TNI | POLRI
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Opini

Hak Cipta asammanis.news © 2025 Web Development PT. MALUKU MANISE MULTIMEDIA