ASAMMANIS.NEWS – AMBON – Warga Kota Ambon sempat dibuat geger setelah sebuah benda yang diduga bom ditemukan saat proses penggalian tanah di depan Percetakan Mitra Sentra, Kelurahan Amantelu, Kecamatan Sirimau, Senin (27/7). Temuan tersebut langsung memicu respons cepat Tim Penjinak Bom (Jibom) Detasemen Gegana Satuan Brimob Polda Maluku.
Tim Jibom yang dipimpin Pasi Min Den Gegana AKP Barnabas Liroga bergerak ke lokasi sesaat setelah menerima laporan warga. Dengan membawa perlengkapan khusus penanganan bahan peledak, personel langsung melakukan sterilisasi area, memasang perimeter pengamanan, serta mengidentifikasi benda mencurigakan sesuai standar operasional.
Hasil pemeriksaan memastikan benda tersebut merupakan Unexploded Ordnance (UXO) atau bom peninggalan Perang Dunia yang sudah tidak aktif. Berdasarkan analisis Operator Bomb Data Regional (BDR), benda itu merupakan bagian dari bom pesawat jenis KAAKAA-120, namun kondisinya telah terpotong dan hanya menyisakan bagian ekor serta sebagian badan bom.
Bom tersebut memiliki panjang sekitar 174 sentimeter, dengan bagian ekor sepanjang kurang lebih 100 sentimeter dan diameter sekitar 42 sentimeter. Meski berukuran besar, hasil identifikasi menyatakan tidak lagi memiliki potensi ledakan sehingga tidak membahayakan masyarakat.
Kendati demikian, Tim Jibom tetap menjalankan seluruh prosedur pengamanan secara maksimal. Sterilisasi menyeluruh dilakukan hingga pukul 11.45 WIT untuk memastikan tidak ada benda berbahaya lainnya di sekitar lokasi. Selanjutnya, temuan tersebut diamankan dan diserahkan kepada Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease untuk proses pengamanan serta pendataan lebih lanjut.
Dansat Brimob Polda Maluku, Kombes Pol. Tesy Purnanto, menegaskan bahwa setiap laporan masyarakat terkait dugaan bahan peledak selalu menjadi prioritas karena menyangkut keselamatan publik.
“Begitu menerima laporan dari masyarakat, Tim Jibom langsung kami kerahkan untuk melakukan identifikasi, sterilisasi, dan evakuasi sesuai standar operasional. Hasil analisis memastikan benda tersebut merupakan UXO atau bom peninggalan masa perang yang sudah tidak aktif. Meski demikian, setiap dugaan bahan peledak tetap diperlakukan sebagai ancaman hingga dipastikan benar-benar aman,” tegas Tesy.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak menyentuh, memindahkan, ataupun mencoba membuka benda yang menyerupai bom, granat, mortir, maupun amunisi. Warga diminta segera menjauhi lokasi dan melaporkannya kepada pihak kepolisian agar dapat ditangani oleh personel yang memiliki keahlian khusus.
Senada dengan itu, Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. Rositah Umasugi, menyebut penanganan temuan UXO berjalan lancar berkat laporan cepat masyarakat dan respons sigap aparat kepolisian.
“Temuan ini memang sempat mengundang perhatian warga, namun berkat respons cepat Tim Jibom Brimob Polda Maluku, situasi dapat dikendalikan dengan baik. Hasil identifikasi memastikan benda tersebut sudah tidak aktif sehingga masyarakat tidak perlu panik. Namun kami tetap mengimbau masyarakat agar selalu waspada dan segera melaporkan setiap penemuan benda mencurigakan kepada kepolisian,” ujarnya.
Polda Maluku menegaskan akan terus mengedepankan respons cepat terhadap setiap laporan masyarakat, termasuk penanganan bahan peledak sisa perang yang sewaktu-waktu masih dapat ditemukan di wilayah yang memiliki sejarah peperangan.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa peninggalan perang masih berpotensi ditemukan di berbagai lokasi. Karena itu, kewaspadaan masyarakat dan pelaporan cepat kepada aparat menjadi kunci utama untuk mencegah risiko serta menjaga keselamatan bersama. (AM.N-MS)
















