ASAMMANIS.NEWS – AMBON – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon memastikan korban kebakaran di kawasan Batu Meja akan segera menerima bantuan tanggap darurat dan dana stimulan sebagai bentuk dukungan terhadap proses pemulihan pascabencana.
Kepastian itu disampaikan Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, usai menyerahkan paket sarana perikanan kepada kelompok budidaya ikan di bawah Jembatan Merah Putih (JMP), Desa Hative Kecil, Selasa (28/7).
Bodewin mengatakan, hasil identifikasi sementara menunjukkan kebakaran mengakibatkan empat unit kios dan satu rumah terdampak. Pemerintah pun bergerak cepat menyiapkan bantuan sesuai mekanisme yang berlaku.
“Kebakaran ini sudah kita tinjau. Yang paling tidak sudah diidentifikasi bahwa kejadian itu berdampak pada empat kios dan satu rumah. Sesuai ketentuan yang berlaku, pemerintah akan memberikan bantuan tanggap darurat,” ujarnya.
Selama masa tanggap darurat yang berlangsung tiga hari, para korban akan menerima bantuan kebutuhan dasar, termasuk perlengkapan memasak. Setelah itu, Pemkot Ambon akan menyalurkan dana stimulan untuk membantu proses pembangunan kembali rumah yang terdampak.
“Selama masa tanggap darurat itu mereka akan mendapatkan bantuan, termasuk alat masak. Setelah itu, pemerintah juga akan memberikan dana stimulan untuk membantu mereka membangun kembali rumahnya, tentu dengan mengacu pada ketentuan yang berlaku,” jelasnya.
Sementara untuk kios-kios yang terbakar, pemerintah masih melakukan pendataan lebih lanjut. Pasalnya, sebagian bangunan diketahui merupakan kios sewaan sehingga proses pemberian bantuan akan disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku.
“Kita akan lihat sesuai aturan, karena kios-kios tersebut ada yang menyewa dari pemilik tempat. Semua akan diproses sesuai mekanisme yang berlaku,” katanya.
Di luar bantuan pemerintah, Bodewin juga menunjukkan kepeduliannya dengan memberikan bantuan pribadi kepada lima korban terdampak. Masing-masing menerima Rp2 juta sebagai modal awal untuk kembali menjalankan usaha mereka.
“Kemarin secara pribadi saya juga sudah memberikan bantuan kepada lima korban terdampak. Masing-masing saya bantu Rp2 juta sebagai modal usaha mereka,” ungkapnya.
Menurut Bodewin, respons cepat terhadap setiap bencana merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kota Ambon dalam memastikan masyarakat tidak menghadapi musibah sendirian.
“Yang paling penting adalah masyarakat merasakan bahwa pemerintah hadir dan memberikan respons cepat terhadap setiap persoalan di Kota Ambon, termasuk bagi mereka yang terkena bencana,” pungkasnya. (AM.N-MS)



















