ASAMMANIS.NEWS – AMBON – Musyawarah Daerah (Musda) DPD II Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Buru resmi menetapkan Abdullah Umar sebagai Ketua KNPI Kabupaten Buru untuk periode berikutnya. Terpilihnya kembali Abdullah diharapkan menjadi momentum rekonsiliasi dan penguatan persatuan pemuda di Bumi Bupolo.
Musda yang berlangsung di Aula Kementerian Agama Kabupaten Buru itu menjadi ajang konsolidasi organisasi sekaligus menandai berakhirnya dinamika pemilihan kepengurusan. Dari tiga tokoh yang sempat mengambil formulir pendaftaran, yakni Abdullah Umar, Aam Purnama, dan Rizal Sutrisno, hanya Abdullah Umar yang mengembalikan berkas pencalonan hingga akhirnya ditetapkan sebagai ketua terpilih oleh panitia.
Prosesi Musda ditutup dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) kepengurusan serta sesi foto bersama jajaran Organisasi Kepemudaan (OKP) yang tergabung dalam Cipayung Plus Kabupaten Buru.
Dalam pidato perdananya usai terpilih, Abdullah Umar menyampaikan apresiasi kepada para senior serta seluruh elemen OKP yang telah mengawal jalannya Musda hingga selesai. Ia menegaskan bahwa kepemimpinan KNPI harus menjadi simbol persatuan, bukan ruang untuk memperlebar perbedaan.
“Kapal besar bernama KNPI membutuhkan nahkoda yang tenang dalam mengarungi tantangan, bijaksana saat menentukan arah, dan adil merangkul seluruh elemen pemuda. Mari kita satukan langkah di Bumi Bupolo. Jadikan setiap perbedaan sebagai sumber kekuatan, bukan alasan untuk terpecah,” tegas Abdullah, Selasa (28/7).
Abdullah menilai pemuda Kabupaten Buru memiliki peran strategis sebagai motor perubahan. Karena itu, KNPI harus menjadi wadah yang mampu menghimpun gagasan, melahirkan inovasi, sekaligus memperjuangkan aspirasi masyarakat demi kemajuan daerah.
Ke depan, DPD II KNPI Kabupaten Buru berkomitmen menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mendukung program-program pembangunan yang berpihak kepada masyarakat. Di sisi lain, organisasi tetap akan menjalankan fungsi kontrol sosial secara independen melalui kritik yang objektif, konstruktif, dan bertanggung jawab.
Untuk mewujudkan visi tersebut, KNPI akan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, organisasi kepemudaan, dan berbagai elemen masyarakat. Organisasi juga akan mengedepankan rekonsiliasi di kalangan pemuda agar setiap perbedaan pandangan menjadi kekuatan dalam membangun solidaritas dan kedewasaan berorganisasi.
Menurut Abdullah, ego sektoral dan perpecahan hanya akan menghambat perjuangan pemuda. Karena itu, semangat persatuan, kolaborasi, dan kebersamaan harus menjadi fondasi utama dalam membawa KNPI Buru menjadi organisasi yang inklusif, solid, serta mampu mencetak generasi muda berintegritas yang siap membangun Bumi Bupolo. (AM.N-MS)


















