ASAMMANIS.NEWS – AMBON – Anggota Komisi II DPR RI, Dr. Ahmad Doli Kurnia, mengajak kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) untuk terus menjadi garda terdepan dalam mengawal demokrasi sekaligus mendorong pemerataan pembangunan sebagai fondasi mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Pesan tersebut disampaikan Doli saat menjadi pemateri pada Advance Training HMI Nasional yang diselenggarakan Badan Koordinasi (Badko) HMI Maluku di Gedung BPSDM Kota Ambon, Selasa (28/7). Kegiatan Latihan Kader III (LK III) itu diikuti 34 peserta dari berbagai daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI membawakan materi bertajuk “Politik Indonesia: Arah Kebijakan dan Tantangan Menuju Visi Indonesia Emas 2045.” Diskusi berlangsung interaktif dengan beragam pandangan kritis dari peserta mengenai kualitas demokrasi, pemerataan pembangunan, hingga tantangan kebangsaan di masa depan.
Doli menilai forum LK III merupakan ruang strategis untuk mengasah kemampuan analisis kader HMI sekaligus memperkuat wawasan kebangsaan dalam menghadapi dinamika politik nasional.
“Banyak hal yang kita diskusikan untuk mendapatkan pandangan dalam rangka mematangkan demokrasi di Indonesia,” ujarnya.
Menanggapi berbagai pandangan peserta, politisi Partai Golkar itu menegaskan bahwa pemerataan pembangunan harus tetap menjadi prioritas pemerintah agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara adil oleh seluruh masyarakat Indonesia.
Menurutnya, kesenjangan pembangunan antara Pulau Jawa dan luar Jawa kini mulai berkurang berkat meningkatnya perhatian pemerintah terhadap kawasan Indonesia Timur.
“Kalau dulu ada kesenjangan antara Jawa dan luar Jawa, sekarang pembangunan di kawasan timur sudah mulai berkembang. Kebijakan pemerintah juga semakin menyentuh wilayah Indonesia Timur hingga Papua,” katanya.
Doli menjelaskan, pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) merupakan salah satu strategi pemerintah untuk mempercepat pemerataan pembangunan sekaligus menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai wilayah.
“Keberadaan ibu kota baru merupakan bagian dari konsep percepatan pembangunan dan pemerataan bagi seluruh rakyat Indonesia,” jelasnya.
Ia juga mengapresiasi kualitas diskusi para peserta LK III yang dinilainya menunjukkan kematangan berpikir sesuai jenjang kaderisasi tingkat nasional.
“Ada 34 peserta yang sangat aktif berdiskusi. Forum LK III memang menjadi ruang untuk menguji kemampuan analisis kader HMI,” ungkapnya.
Di akhir penyampaiannya, Doli mengajak generasi muda Maluku untuk terus menjaga tradisi intelektual, daya kritis, dan semangat kepemimpinan yang selama ini menjadi ciri khas tokoh-tokoh Maluku.
Menurutnya, semangat tersebut harus terus dipelihara sebagai modal penting dalam membangun Maluku yang lebih maju sekaligus berkontribusi bagi kemajuan Indonesia.
“Saya kira semangat itu harus tetap ada dalam diri anak muda Maluku untuk membangun Maluku menjadi lebih baik ke depan,” tutup Doli. (AM.N-MS)



















