ASAMMANIS.NEWS – Ambon – Ketua Umum Partai Golkar menegaskan bahwa Partai Golkar merupakan rumah politik bagi seluruh anak bangsa, tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial.
Penegasan itu disampaikan dalam pidato politik pada pelantikan pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Maluku.
Menurutnya, Golkar memiliki sejarah kelahiran yang berbeda dengan partai politik lainnya. Partai ini lahir dari refleksi panjang para tokoh bangsa untuk menjawab persoalan ekonomi, ketidakstabilan politik, serta ancaman terhadap ideologi Pancasila pada masa itu.
Ia menjelaskan, Golkar dibangun melalui kekuatan berbagai golongan masyarakat yang berasal dari latar belakang profesi dan organisasi berbeda, mulai dari petani, nelayan, guru, pegawai negeri, wartawan hingga kalangan pemuda.
Karena itu, Golkar tidak boleh dikuasai atau diklaim sebagai milik kelompok tertentu.
”Partai Golkar ini milik semua anak bangsa, bukan partai yang eksklusif. Golkar harus terbuka dan tidak membedakan antara suku, agama dan ras,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya keterwakilan perempuan dalam kepemimpinan politik. Menurutnya, Golkar harus memberikan kesempatan lebih luas kepada perempuan untuk menduduki posisi strategis, termasuk pimpinan DPRD.
Selain itu, kepengurusan partai harus mencerminkan keberagaman dan kolaborasi, baik dari kalangan masyarakat sederhana hingga kelompok profesional.
Bahlil juga menyinggung komposisi kepengurusan DPP Golkar yang mencerminkan semangat kebangsaan dengan latar belakang daerah dan suku yang beragam.
Ia meminta pengurus Golkar Maluku menjaga tradisi demokrasi, memperkuat persatuan internal, dan menjadikan partai sebagai ruang perjuangan bersama.
Menurutnya, kebesaran Golkar tidak hanya ditentukan oleh sejarah masa lalu, tetapi juga oleh kemampuan partai merangkul seluruh elemen masyarakat dalam menjawab tantangan masa depan. (AM.N-MS)

















