ASAMMANIS.NEWS – Ambon – Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak mengalami kenaikan hingga 30 Desember 2026, meskipun harga minyak dunia mengalami gejolak akibat dinamika geopolitik internasional.
Kepastian tersebut disampaikan Ketua Umum Partai Golkar dalam pidato pada pelantikan pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Maluku.
Ia mengungkapkan, Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan agar kebijakan energi nasional tidak membebani masyarakat, terutama kelompok ekonomi kecil yang sangat bergantung pada BBM bersubsidi.
Menurutnya, pemerintah harus mampu menjaga keseimbangan antara tekanan harga energi dunia dan kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
”Berapa pun harga minyak dunia, harga BBM bersubsidi tetap sama sampai 30 Desember 2026. Jadi tidak ada kenaikan,” tegasnya.
Selain BBM, pemerintah juga memberi perhatian terhadap ketersediaan minyak tanah yang menjadi kebutuhan penting masyarakat Maluku.
Ia mengaku telah meminta Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) untuk memberikan tambahan kuota minyak tanah bagi daerah yang membutuhkan.
Kebijakan tersebut diharapkan mampu mengantisipasi peningkatan kebutuhan masyarakat menjelang pergantian tahun hingga memasuki bulan puasa.
Bahlil menilai, persoalan distribusi dan ketersediaan minyak tanah di wilayah kepulauan harus ditangani secara serius agar masyarakat tidak terus menghadapi kesulitan memperoleh bahan bakar.
Menurutnya, kebijakan energi nasional tidak boleh hanya mempertimbangkan aspek ekonomi dan harga pasar, tetapi juga harus memperhatikan daya beli masyarakat serta kebutuhan daerah.
Ia menegaskan, pemerintah berkomitmen menjaga ketahanan energi nasional sekaligus memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses terhadap energi dengan harga terjangkau. (AM.N-MS)




















