ASAMMANISNEWS,AMBON – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan informasi tinggi gelombang yang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah perairan Maluku. Kondisi tersebut diperkirakan berlangsung mulai Selasa, 25 Agustus 2026 pukul 09.00 WIT hingga Rabu, 26 Agustus 2026 pukul 09.00 WIT.
Berdasarkan Informasi Tinggi Gelombang Nomor: ME.01.02/024/KAMB/VIII-2026 yang dikeluarkan pada Senin, 24 Agustus 2026, pola angin di wilayah Maluku umumnya bergerak dari arah Timur hingga Tenggara dengan kecepatan rata-rata 4 hingga 20 knot.
BMKG juga memprakirakan adanya peningkatan kecepatan angin yang dapat mencapai 20 knot atau lebih di sejumlah wilayah perairan. Kondisi ini berpotensi memengaruhi ketinggian gelombang laut dan meningkatkan risiko terhadap aktivitas pelayaran.
Wilayah yang berpotensi mengalami peningkatan kecepatan angin tersebut meliputi Perairan Utara Pulau Buru, Perairan Selatan Pulau Buru, Perairan Seram Bagian Barat, Perairan Seram Bagian Timur bagian Utara, Perairan Kepulauan Kei, Perairan Wetar, serta sejumlah wilayah perairan lainnya.
Sementara itu, gelombang dengan ketinggian 1,25 hingga 2,50 meter atau kategori sedang berpeluang terjadi di sejumlah wilayah, yakni:
– Perairan Utara Pulau Buru;
– Perairan Selatan Pulau Buru;
– Perairan Seram Bagian Barat;
– Perairan Selatan Kepulauan Aru;
– Perairan Timur Kepulauan Tanimbar;
– Perairan Kepulauan Babar;
– Laut Arafuru bagian Barat; dan
– Laut Arafuru bagian Tengah.
BMKG mengingatkan masyarakat, khususnya pengguna transportasi laut, untuk memperhatikan kondisi cuaca dan gelombang sebelum melakukan aktivitas pelayaran.
Risiko keselamatan perlu menjadi perhatian terutama bagi perahu nelayan ketika kecepatan angin mencapai lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter.
Sementara kapal tongkang menghadapi risiko keselamatan apabila kecepatan angin lebih dari 16 knot dengan tinggi gelombang di atas 1,5 meter.
Untuk kapal feri, risiko keselamatan meningkat ketika kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter. Sedangkan kapal berukuran besar seperti kapal kargo dan kapal pesiar perlu mewaspadai kondisi ketika kecepatan angin mencapai lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4 meter.
BMKG juga mengimbau masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di wilayah pesisir sekitar area yang berpeluang mengalami gelombang tinggi agar tetap meningkatkan kewaspadaan.
Masyarakat, nelayan, operator kapal, maupun pengguna jasa transportasi laut diimbau untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca dan kondisi gelombang sebelum maupun selama melakukan aktivitas di laut.
















