ASAMMANISNEWS,MASOHI – Gempa bumi tektonik mengguncang wilayah Maluku Tengah, Maluku, Senin, 24/08/2026. Berdasarkan hasil pemutakhiran analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut memiliki magnitudo M5,4 dengan kedalaman 40 kilometer.
Gempa bumi terjadi pada pukul 19.03.00 WIT dengan episenter berada pada koordinat 5,00° Lintang Selatan dan 129,79° Bujur Timur. Lokasi episenter berada di laut, sekitar 210 kilometer tenggara Maluku Tengah.
Meski cukup kuat dan dirasakan di sejumlah wilayah, BMKG memastikan gempa bumi tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami berdasarkan hasil pemodelan tsunami.
Dalam keterangan resminya, BMKG menjelaskan bahwa dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa tersebut merupakan jenis gempa bumi dangkal yang dipicu aktivitas subduksi Seram.
Hasil analisis mekanisme sumber juga menunjukkan gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik atau thrust fault.
Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan atau shakemap, gempa bumi tersebut dirasakan di sejumlah wilayah dengan intensitas berbeda.
Guncangan mencapai IV MMI di Banda, Maluku Tengah. Pada skala tersebut, apabila terjadi pada siang hari, getaran dapat dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah.
Sementara itu, intensitas III MMI dirasakan di Amahai, Maluku Tengah, dan Kilmury, Kabupaten Seram Bagian Timur. Pada skala III MMI, getaran dirasakan nyata di dalam rumah dan terasa seperti ada truk yang sedang melintas.
Hingga pukul 19.22.00 WIT menyatakan belum mendeteksi adanya aktivitas gempa bumi susulan atau aftershock.
Meski demikian, BMKG memastikan pemantauan terhadap aktivitas kegempaan tetap dilakukan. Informasi terbaru akan disampaikan kepada pemangku kepentingan dan masyarakat apabila terdapat perkembangan lebih lanjut.
BMKG juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh isu maupun informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Masyarakat diminta menghindari bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan akibat guncangan gempa demi mencegah risiko keselamatan.
BMKG menegaskan, masyarakat diminta memastikan informasi mengenai gempa bumi dan tsunami hanya bersumber dari kanal resmi BMKG yang telah terverifikasi.



















