ASAMMANIS.NEWS – AMBON, MALUKU – Semangat orang basudara kembali terlihat dalam perayaan 1 Abad Jemaat Galala-Hative Kecil (Gatik). Melalui tradisi Makan Patita, masyarakat Galala dan Hative Kecil menunjukkan kuatnya ikatan persaudaraan yang telah terjaga selama satu abad, Kamis (3/9/26).
Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon mengapresiasi tradisi tersebut sebagai bentuk nyata pelestarian budaya sekaligus ruang untuk mempererat hubungan kekeluargaan antara dua negeri yang dipersatukan dalam satu jemaat.
Mewakili Wali Kota Ambon, Plt. Asisten II Setda Ambon, Rustam Simanjuntak, mengatakan Makan Patita bukan sekadar kegiatan makan bersama. Di balik tradisi tersebut terdapat nilai sosial dan budaya yang mampu menyatukan masyarakat.
“Makan patita adalah salah satu alat budaya yang menyatukan masyarakat yang juga adalah jemaat. Khususnya di Galala-Hative Kecil yang adalah dua negeri, satu jemaat,” ungkap Simanjuntak.
Menurutnya, perjalanan satu abad Jemaat Gatik menjadi bukti kuatnya semangat persaudaraan di Kota Ambon. Galala dan Hative Kecil yang merupakan dua negeri mampu menjaga kebersamaan karena dipersatukan dalam satu persekutuan jemaat.
“Galala-Hative Kecil ini contoh nyata orang basudara yang diikat dalam satu jemaat. Ini patut dijaga dan dicontohi,” tambahnya.
Ia berharap nilai persaudaraan, gotong royong dan kebersamaan yang telah diwariskan selama 100 tahun tidak berhenti pada momentum perayaan. Nilai-nilai tersebut diharapkan terus hidup dan diwariskan kepada generasi muda.
Senada, Raja Negeri Hative Kecil, Josias Muryani, menilai Makan Patita memiliki makna penting dalam menjaga hubungan kekeluargaan antara masyarakat Galala dan Hative Kecil.
“Makan patita harus sering dibuat agar terus mengikat dua negeri ini dalam satu ikatan keluarga,” ujarnya.
Suasana perayaan pun berlangsung meriah. Masyarakat dari kedua negeri bahu-membahu menyiapkan sekitar 50 tapalang dari gaba-gaba dengan panjang keseluruhan mencapai kurang lebih 100 meter.
Pemandangan tersebut menjadi gambaran nyata bagaimana tradisi dan gotong royong masih menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat. Makan Patita tidak hanya menghadirkan kebersamaan di meja makan, tetapi juga memperkuat pesan bahwa persaudaraan dapat menjadi kekuatan dalam menjaga kehidupan bersama.
Pemkot Ambon menilai perayaan 1 Abad Jemaat Gatik menjadi momentum penting untuk terus merawat budaya dan nilai orang basudara sebagai kekuatan sosial masyarakat.
Semangat “dua negeri, satu jemaat” diharapkan tetap terjaga dan menjadi warisan persaudaraan yang terus hidup bagi generasi mendatang. (AM-MS)
















