ASAMMANIS.NEWS – AMBON – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon kembali menegaskan komitmennya dalam membangun Kota Ambon sebagai kota yang inklusif, maju, dan ramah anak. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan kualitas pendidikan, perlindungan hak anak, serta pengembangan karakter generasi muda melalui kegiatan edukatif berbasis seni dan budaya.
Komitmen itu disampaikan dalam pagelaran seni hasil kolaborasi bersama Komunitas Delen bertajuk “Delen Meet Jullie – Berbagi Deng Ale Dong” dengan subtema “Mari Katong Berkumpul, Katong Belajar Bahasa Belanda Lewat Puisi, Lagu, dan Gerak”, yang digelar di Aula Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM), Talake, Sabtu (25/7).
Kegiatan tersebut menghadirkan pendekatan pembelajaran yang memadukan bahasa, seni, dan interaksi lintas budaya sebagai upaya memperkenalkan bahasa asing sekaligus menanamkan nilai persahabatan, toleransi, dan kepedulian sosial sejak usia dini.
Mewakili Wali Kota Ambon, Sekretaris Kota Ambon, Robby Sapulette, menegaskan bahwa peringatan Hari Anak Nasional tidak boleh sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi harus menjadi momentum memperkuat pemenuhan hak-hak anak secara menyeluruh.
“Setiap anak harus memperoleh lingkungan belajar yang aman, ruang untuk berkreasi, serta dukungan pemenuhan gizi yang memadai sebagai bagian dari upaya menciptakan generasi Ambon yang sehat, cerdas, dan berdaya saing,” ujarnya.
Menurut Sapulette, kegiatan tersebut bukan hanya memperkenalkan bahasa Belanda kepada anak-anak, tetapi juga menanamkan nilai kepedulian terhadap lingkungan, semangat gotong royong, dan penghargaan terhadap keberagaman.
“Nilai-nilai itu sejalan dengan falsafah hidup masyarakat Maluku, yakni Pela Gandong, yang mengajarkan persaudaraan, saling menghormati, serta hidup berdampingan dalam damai di tengah keberagaman,” katanya.
Pemkot Ambon juga memberikan apresiasi kepada para akademisi, komunitas pendidikan, dan tenaga pengajar internasional yang terus berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Ambon. Menurutnya, penguasaan bahasa asing merupakan investasi strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu bersaing di tingkat global tanpa meninggalkan identitas budaya lokal.
Di hadapan para peserta, Sapulette berpesan agar anak-anak terus memiliki semangat belajar, berani mengejar cita-cita, serta terbuka terhadap berbagai pengetahuan baru.
“Bahasa asing membuka jendela dunia. Namun, yang terpenting adalah tetap menjaga jati diri sebagai anak Ambon yang menjunjung tinggi nilai persaudaraan, kasih sayang, dan kedamaian,” pesannya.
Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon, F. Taso, akademisi Universitas Pattimura (Unpatti), Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM), serta pengurus Komunitas Delen. Kolaborasi tersebut diharapkan menjadi langkah nyata dalam menciptakan ruang belajar yang kreatif, inklusif, dan mampu membentuk generasi Ambon yang berkarakter serta siap menghadapi tantangan global. (AM.N-MS)
















